IMPLEMENTASI HET, Peritel Modern Tunggu Kesiapan Pemasok Beras

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengungkapkan pasokan yang diretur oleh para peritel kepada distributor sampai saat ini belum sepenuhnya masuk kembali
Nurhadi Pratomo | 13 September 2017 21:45 WIB
Pedagang menyortir beras. . - Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengungkapkan pasokan yang diretur oleh para peritel kepada distributor sampai saat ini belum sepenuhnya masuk kembali.

Padahal, seharusnya toko modern sudah bisa menyesuaikan harga sejak awal September kemarin.

“Selama dari pemasok barangnya sudah ada enggak masalah,” jelasnya saat dikonfirmasi Bisnis, Rabu (13/9/2017).

Solihin sebelumnya mengungkapkan para peritel telah mengembalikan stok beras yang ada di ritel modern. Langkah tersebut ditempuh untuk menyesuaikan dengan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium.

“Stok yang ada diretur aja dulu semua kemudian dipasok kembali ketika sudah sesuai dengan persyaratan diberikan Kementerian Perdagangan,” jelasnya.

Penyesuaian, sambungnya, dilakukan terhadap kemasan beras. Aturan HET beras mewajibkan setiap beras yang dijual melalui kemasan mencantumkan label jenis beras medium dan premium.

“Jadi bagaimana komitmen dari para distributor pemasok untuk menyiapkan label kategori atau jenis beras sehingga memudahkan para peritel,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap implementasi kebijakan HET pada pekan depan. Dia menjadwalkan akan meninjau langsung ke lapangan.

"Kita lihat bagaimana minggu depan tetapi coba bayangkan kalau tidak ada HET? bagaimana pergerakan harga beras sekarang?" katanya saat ditemui di Kompleks Gedung DPR, Rabu (13/9).

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan telah menyampaikan kepada para peritel untuk menjaga pasokan beras di toko modern.

Pasalnya, menurut laporan yang diterimanya terjadi kekosongan beras di salah satu ritel modern.

“Saya sudah meminta kepada Aprindo agar pasokan beras di ritel modern jangan sampai kosong,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (13/9).

Tjahya menyatakan telah menyiapkan sejumlah antisipasi apabila nantinya terjadi kekosongan beras di toko modern. Salah satunya dengan meminta kepada pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, untuk mendistribusikan pasokannya.

Namun, permintaan tersebut bukan merupakan penugasan dari pemerintah. Hal tersebut akan dilakukan melalui model business to business antara peritel dan pedagang beras di PIBC.

“[Jika ada kekosongan] saya minta pedagang PIBC untuk isi. Tetapi, bentuknya bukan penugasan hanya B2B,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan harga untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NusaTenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg.

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top