Ternyata Konsumsi Energi di Indonesia Boros, Belum Efisien

Pola konsumsi energi di Indonesia masuk dalam kategori boros karena angka pertumbuhan konsumsi energi lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi.
Duwi Setiya Ariyanti | 14 September 2017 17:09 WIB
Kendaraan antre untuk mengisi BBM di tempat peristirahatan KM 207 jalan tol Palimanan-Kanci, Jawa Barat, Jumat (23/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Pola konsumsi energi di Indonesia masuk dalam kategori boros karena angka pertumbuhan konsumsi energi lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi.

Group Chief Economist BP Spencer Dale mengatakan bahwa umumnya pertumbuhan ekonomi lebih besar daripada pertumbuhan konsumsi energinya. Namun, realisasi di Indonesia justru berbeda. data BP Statistical Review 2017 mencatat pertumbuhan konsumsi energi di Indonesia sebesar 5,9% sepanjang 2016 atau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada semester II/2016 sebesar 5,18%.

Besarnya konsumsi energi untuk menggerakkan perekonomian, menurutnya, tergolong besar. Hal ini menunjukkan penerapan efisiensi energi masih kurang.

"Kecepatan kenaikan dari efisiensi energi tergolong kurang di Indonesia dibandingkan negara lain," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017). 

Menurutnya, kondisi akan lebih baik bila pemerintah bisa membalik keadaan ketika pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dari pertumbuhan konsumsi energi. Dengan demikian, perekonomian bisa tumbuh dengan konsumsi energi yang lebih efisien.

"Perekonomian bisa tumbuh menggunakan pertumbuhan konsumsi energi yang lebih rendah, yang merupakan hal baik, karena itu berarti Anda bisa menjadi lebih efisien secara ekonomi," katanya.

Dari data BP Statistical Review 2017, volume konsumsi BBM Indonesia di 2016 sebesar 1,61 juta barel per hari (bph) atau tumbuh 1,4% dari tahun sebelumnya 1,59 juta bph.

Untuk gas, konsumsi gas alam di Indonesia pada 2016 turun 7% dengan volume 37,7 miliar kubik meter. Sementara itu, konsumsi batu bara menyentuh pertumbuhan tertinggi dengan 22,2% pada 2016 dengan volume 62,5 juta ton setara minyak (million tonnes oil equivalent/mtoe).

Tag : energi
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top