Pemerintah Dorong Industri Nasional Implementasikan Teknologi Digital

Pemanfaatan teknologi digital dapat membatu industri nasional menghasilkan produk yang berkualitas, aman dan sesuai standar.‎
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 15 September 2017 21:49 WIB
Menteri Peridustrian Airlangga Hartarto (kanan) saat melihat mobil listrik di stand BMW arena GIIAS 2017, di Tangerang, Banten, Kamis (10/8). - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAK‎ARTA -- Pemerintah mendorong industri nasional dapat mengimplementasikan teknologi digital guna meningkatkan daya saing secara global.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital dapat membatu industri nasional menghasilkan produk yang berkualitas, aman dan sesuai standar.‎

Hal ini demi menunjang revolusi industry 4.0 yang fokus menerapkan penggunaan internet sebagai penopang utama pada proses produksi.‎

‎“Pemerintah memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan menargetkan 1.000 technopreneur. Valuasi bisnis mencapai US$100 miliar, dan total nilai e-commerce sebesar US$130 miliar,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Jumat (15/9/2017).

Airlangga menambahkan, pertumbuhan e-commerce juga bergantung pada penetrasi e-payment dan infrastruktur.

“Platform pembayaran yang terkait dengan retailer seperti Alipay, Gopay, dan Paypal mendorong adopsi penggunaan pembayaran digital,” ujarnya.

Kementerian Perindustrian tidak hanya mengajak kepada pelaku usaha skala besar, tetapi juga industri kecil dan menengah (IKM) agar menangkap peluang dalam pengembangan digital seperti kemajuan tenologi artificial intelligent, robotic, dan 3D printing.

Sejumlah manufaktur besar telah siap memasuki era industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman.‎

“Kemenperin pun mendorong lingkungan digital ini untuk meningkatkan pertumbuhan IKM di dalam negeri. Kami memformulasikan digital environment dengan melibatkan market place, perusahaan logistik, dan Fintech,” imbuhnya.

Menurutnya, Kemenperin telah membangun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang diintegrasikan dengan sistem digital yaitu e-Smart IKM. Program ini diyakini mampu memperluas pasar produk lokal di dunia online.

“Kami mengidentifikasi beberapa IKM yang sudah memanfaatkan market place, seperti sektor makanan dan minuman, perhiasan, kosmetik, fesyen serta kerajinan,” katanya.‎

‎‎Dia menjelaskan, pemerintah Indonesia juga sudah meyiapkan infrastruktur untuk mendukung kegiatan pengembangan ekonomi digital. “Salah satu bentuk nyata adalah pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam,” ungkapnya.

Kawasan tersebut akan menjadi basis sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film dan animasi.

SDM

Airlangga menyampaikan, guna mengimplementasikan manufaktur berbasis industry 4.0 maka pemerintah akan mendorong fungsi universitas sebagai inkubator penelitian. ‎

Universitas berperan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Kemenperin telah bekerja sama dengan Tsinghua University Beijing untuk pengembangan SDM dengan pelatihan trainer dan inkubator,” imbuhnya.

Selain itu, Kemenperin berencana bekerja sama dengan Google dalam sistem mentoring untuk program penumbuhan wirausaha. Adapun kerja sama serupa telah terjadi antara universitas dengan Apple.

“Pengembangan SDM merupakan program prioritas pemerintah Indonesia, karena banyak potensi masyarakat menjadi wirausaha,” katanya.‎‎

Tag : ekonomi digital
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top