Uji Coba Transaksi Elektronik Berbasis OBU di Tol Sedyatmo

Uji Coba Transaksi Elektronik Berbasis OBU di Tol Sedyatmo. PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Perum Damri melakukan uji coba sistem pembayaran tol berbasis on board unit (OBU) di ruas jalan tol Sedyatmo.
Deandra Syarizka | 15 September 2017 14:25 WIB
Dirut Jasa Marga Desy Arryani (kedua kiri), didampingi Direktur Enterprise & Business Telkom Dian Rachmawan (kiri), secara simbolis menyerahkan replika kartu kepada Dirut Damri Sarmadi Usman (kanan), disaksikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna (kedua kanan) dan Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun (ketiga kiri), pada peluncuran JM Acces OBU, di Jakarta, Jumat (15 - 9). OBU (On Board Unit) merupakan alat sensor yang dipasang pada kendaraan yang memilki saldo untuk pembayaran t

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Perum Damri melakukan uji coba sistem pembayaran tol berbasis on board unit (OBU) di ruas jalan Tol Sedyatmo.

Uji coba Jasa Marga Access OBU di GT Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng dilakukan dengan memasangkan 300 unit OBU pada bus Damri tujuan Gambir- Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kendaraan khusus yang dilengkapi OBU.

Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan menyambut baik dukungan Telkom terhadap penggunaan transaksi non tunai. Menurutnya, Jasa Marga senantiasa berupaya meningkatkan minat pengguna jalan tol untuk segera beralih ke pembayaran elektronik saat bertransaksi di jalan tol, salah satunya melalui peluncuran sistem Jasa Marga (JM) Access OBU.

“JM Access kami uji cobakan dengan berbagai tipe. Sebelumnya kartu sebagai basis, hari ini berbasis OBU. Nanti akan coba berbasis RFID [Radio Frequency Identification Document]. Sasaran strategisnya adalah menuju multi lane freeflow," ujarnya, dalam konferensi pers, Jumat (15/9/2017).

Kerja sama antara Jasa Marga dan Telkom meliputi uji coba teknologi pembayaran di tiga ruas tol yang berbeda, antara lain pembayaran berbasis OBU di Gerbang Tol Kapuk, pembayaran berbasis Smart Card di Gerbang Tol Kota Satelit Surabaya, serta pembayaran berbasis RFID di ruas tol Bali.

Sofyan menjelaskan, transaksi pembayaran tol berbasis OBU dapat dimonitor melalui aplikasi yang disebut JM Wallet. Aplikasi tersebut bersifat multifungsi, antara lain pendataan pengguna, pengecekan saldo OBU, melakukan pengisian ulang, hingga melihat histori transaksi yang pernah dilakukan.

OBU merupakan alat sensor yang dipasang pada kendaraan yang terregistrasi dan memiliki saldo secara online yang tersimpan di sistem database. Sistem secara otomatis akan memotong deposit saldo OBU milik pengguna jalan saat melewati gerbang/gardu tol. Dengan demikian transaksi pembayaran tol dapat dilakukan tanpa menghentikan kendaraan.

Perbanyak Pilihan

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan uji coba pembayaran berbasis OBU ini merupakan upaya memberi lebih banyak pilihan bagi pengguna jalan dalam bertransaksi secara elektronik di tol. Ini juga bagian dari upaya pemerintah mencari teknologi terbaik yang akan diterapkan pada 2018 melalui Multi Lane Free Flow atau transaksi otomatis dalam jalan tol tanpa menghentikan kendaraan dan tanpa portal penghalang (barrier).

"Kami harapkan dalam waktu yang tidak lama lagi bisa kita ajak bergabung seperti perusahaan logistic, Blue Bird juga menunggu diajak serta. Teknologi ini sudah teruji di negara lain, yang kita lakukan lebih ke sosialiasi untuk bertransaksi lebih cepat," ujar Herry.

Pihaknya juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan pengumpul uang elektronik atau Electronic Toll Collection (ETC). Pembentukan perusahaan ETC tersebut diharapkan dapat menyederhakanakan proses transaksi elektonik antar operator tol.

Plt Direktur Utama Perum Damri Sarmadi Usman mengatakan, saat ini pihaknya memilki jumlah armada sebesar 300 unit yang tersebar di 23 trayek. Selama 33 tahun beroperasi, Damri terbiasa menyiapkan uang tunai sebesar Rp30 juta per hari untuk transaksi di jalan tol.

"Dengan adanya OBU kita tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan uang tunai. Kita berharap semua unit Damri akan segera terpasang OBU. Saat ini baru terpasang 17 unit untuk rute Gambir-Soetta," ujar Sarmadi.

Bagi perseroan, ujarnya, transaksi dengan OBU lebih aman dan minim penyalahgunaan, karena pihaknya dapat melihat histori transaksi dalam aplikasi.

Tag : jalan tol
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top