FEE TOP UP UANG ELEKTRONIK: Biaya Transportasi Bakal Melonjak 10%

Biaya transportasi truk logistik berpotensi naik lantaran isi ulang uang elektronik bakal dikenai biaya.\n\n
Abdul Rahman | 16 September 2017 20:29 WIB
Pengguna e-toll saat melakukan transaksi di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Banten, Jumat (1/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Biaya transportasi truk logistik berpotensi naik lantaran isi ulang uang elektronik bakal dikenai biaya.

Jimmy Ruslim, Direktur PT Dunia Express Trasindo (Dunex) mengatakan, dalam satu kali perjalanan (trip) perusahaan pasti mengisi ulang kartu uang elektronik yang dipakai supir.

Oleh karena itu, apabila dikenai biaya otomatis cost yang dikeluarkan bakal semakin besar. "Ya sekitar 5%-10% [perkiraan kenaikannya], "katanya kepada Bisnis, Sabtu (16 /9 /2017).

Meskipun demikian, dia mengaku senang dengan kewajiban menggunakan uang elektronik untuk membayar tol, karena memudahkan pengguna.

Namun, dia berharap pihak bank berinovasi dengan membuatkan akun khusus perusahaan untuk pengisian uang elektronik menggunakan ponsel berteknologi NFC.

Pasalnya selama ini pengisian ulang uang elektronik dilakukan melalui akun perorangan. Jimmy khawatir transaksi tersebut tercatat di SPT pajak.

"Kan repot. Nanti di laporan SPT jadi kelihatan banyak sekali uangnya padahal buat bayar tol, " imbuhnya.

Sebagai informasi, biaya transportasi merupakan komponen terbesar dalam biaya logistik secara keseluruhan. Adanya fee isi ulang uang elektronik bakal menambah biaya transportasi.

Tag : uang elektronik
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top