Sentra Logistik, Kertajati Ingin Contoh Alibaba

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman ingin menjadikan logistic centre di Bandara Kertajati seperti sentra logistik milik Alibaba.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 September 2017 20:11 WIB
Lanskap proyek Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. - Antara/Yudhi Mahatma

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman ingin menjadikan logistic centre di Bandara Kertajati seperti sentra logistik milik Alibaba.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bandara Kertajati akan dilengkapi secara bertahap dengan pusat logistik berikat atau logistic centre dan menjadi aerocity. Luhut bahkan berharap Kertajati bisa seperti Alibaba karena akan mengefisiensikan biaya logistik.

“Alibaba membuat konsep seperti itu sehingga costnya lebih murah, jadi kita bisa buat seperti itu,” kata Luhut.

Alibaba Group merupakan perusahaan e-commerce raksasa yang berpusat di China, milik pebisnis Jack Ma.

Bandara Kertajati adalah salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menjadi salah satu pusat logistik di Indonesia. Rencananya, pemerintah akan membangun hub untuk penampungan kargo di bandara internasional ini.

Kertajati yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat, ini sangat dekat dengan proyek pelabuhan untuk ekspor dan impor otomotif, yaitu Pelabuhan Patimban.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah juga masih menyediakan tanah untuk perluasan bisnis di kawasan tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah sudah memutuskan bahwa operator Bandara Kertajati adalah PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dengan porsi saham 51% dan PT Angkasa Pura II (Persero) dengan porsi saham 49%.

Saat ini Kementerian Perhubungan masih akan melakukan perpanjangan apron untuk kebutuhan penampungan pesawat. Adapun runway diperpanjang dari 3.000 meter menjadi 3.300 meter.

Rencananya bandara ini juga akan menjadi pusat embarkasi haji di Jawa Barat sehingga mengurangi volume haji di Jakarta.

Tag : bandara kertajati
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top