PENYEDERHANAAN ATURAN IMPOR, Kemendag: Bakal Ada Penyesuaian Beleid Pengawasan

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma mengungkapkan bakal ada penyesuaian terhadap aturan pengawasan barang dan jasa yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa
Nurhadi Pratomo | 18 September 2017 22:03 WIB
Ilustrasi. - .Reuters/William Hong

Bisnis.com, JAKARTA- Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma mengungkapkan bakal ada penyesuaian terhadap aturan pengawasan barang dan jasa yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa.

“Revisi tersebut nantinya akan mengakomodisasi pengawasan produk impor post border,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/9).

Dia menjelaskan sebelumnya pengawasan terhadap barang impor dilakukan sebelum barang melalui pos bea cukai. Namun, nantinya ada sejumlah peraturan impor yang mengubah pengawasan dilakukan di gudang importir.

Dengan demikian, sambungnya, pengawasan di lapangan bakal dilakukan lebih ketat oleh pemerintah. Hal itu untuk melindungi konsumen dari barang yang tidak memenuhi standar.

Di sisi lain, Syahrul menjelaskan pengawasan dilakukan terhadap barang-barang impor yang telah diwajibkan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk barang yang belum wajib SNI pengawasan dilakukan dengan berkoordinasi lintas kementerian.

“Kita juga akan melakukan koordinasi pengawasan dengan pemerintah di daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengingatkan agar para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di sektor perlindungan konsumen berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen (Stranas-PK). Aturan tersebut merupakan desain besar perlindungan konsumen.

“Melalui Perpres ini, sifat upaya perlindungan konsumen menjadi lebih multisektoral, masif, sinergis, harmonis, dan terintegrasi,” imbuhnya.

Tag : impor
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top