AS Hadir dalam Perundingan Kesepakatan Paris

Amerika Serikat menghadiri pertemuan para menteri dari lebih dari 30 negara yang menandatangani Kesepakatan Paris 2015 di Montreal, Kanada, Sabtu waktu setempat (15/9).
Sepudin Zuhri | 18 September 2017 09:30 WIB
Ilustrasi perubahan iklim - Istimewa

Bisnis.com, MONTREAL — Amerika Serikat menghadiri pertemuan para menteri dari lebih dari 30 negara yang menandatangani Kesepakatan Paris 2015 di Montreal, Kanada, Sabtu waktu setempat (15/9).

Padahal, Gedung Putih telah mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka akan tetap berpegang pada rencana awal untuk menarik diri dari kesepakatan perubahan iklim Paris 2015.

"Tidak ada perubahan dalam posisi Amerika Serikat dalam kesepakatan Paris," kata juru bicara Gedung Putih Lindsay Walters.

Dia menjelaskan, seperti yang telah dibuat oleh Presiden Donald Trump dengan sangat jelas, Amerika Serikat menarik diri dari Kesepakatan Paris 2015 kecuali jika AS dapat masuk kembali dengan syarat yang lebih menguntungkan negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Presiden Donald Trump mengumumkan pada Juni 2017 bahwa dia akan menarik diri dari kesepakatan perubahan iklim yang disepakati di Paris pada 2015 dengan alasan bahwa hal itu akan merusak ekonomi AS dan kedaulatan nasional. Keputusan tersebut membuat respons negatif dari para pemimpin dunia.

Everett Eissenstat, Wakil Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih yang memimpin delegasi di Montreal, menolak berkomentar soal hal tersebut.

Para menteri dari Kanada, Uni Eropa dan negara-negara lain mengatakan kepada wartawan bahwa mereka mengharapkan partisipasi AS terus berlanjut dalam perundingan Perjanjian Paris. Proses penarikan diri akan memakan waktu hingga November 2020.

"Meskipun kami memahami bahwa posisi AS dalam Perjanjian Paris tidak berubah, kami senang mereka terus terlibat," kata Menteri Lingkungan Kanada Catherine McKenna.

Para peserta juga menegaskan kembali komitmen kuat mereka terhadap persyaratan pakta tersebut, yang ditandatangani oleh hampir 200 negara dan berusaha untuk membatasi pemanasan global lebih lanjut hingga tidak lebih dari 2 derajat celcius.

Perwakilan China Xie Zhenhua mengatakan bahwa Kesepakatan Paris tidak boleh dinegosiasikan ulang. Indonesia telah meratifikasi Kesepakatan Paris 2015 sehingga turut berperan untuk mengurangi emsi karbon.

Sumber : Reuters

Tag : perubahan iklim
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top