Investasi ke Startup Indonesia Melonjak 6700%

Lanskap startup di Indonesia masih berada pada tahap awal tetapi mengalami kemajuan yang sangat pesat, utamanya pada kategori e-commerce dan transportasi.
Agne Yasa | 19 September 2017 14:25 WIB
Ilustrasi - investama.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Penelitian Google dan AT Kearney menunjukkan investasi terhadap perusahaan-perusahaan startup di Indonesia melesat 68 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.

Pada 2012, nilai investasi ke perusahaan rintisan di Indonesia baru mencapai US$44 juta. Investasi naik menjadi US$1,4 miliar pada 2016 dan telah mencapai US$3 miliar pada periode Januari—Agustus 2017. 

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia, mengatakan dapat dilihat bahwa momentum investasi startup telah naik 2kali lipat dari 2016. Penemuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan investasi terhadap ekosistem startup.

"Google sangat percaya terhadap potensi ekonomi digital di Indonesia dan laporan VC Outlook ini jelas menunjukkan bahwa banyak investor lokal maupun luar memiliki antusias yang sana," katanya di pemaparan Indonesia Venture Capital Outlook 2017 dari Google dan AT Kearney, Selasa (19/9/2017). 

Riset yang dilakukan pada periode Mei hingga Agustus 2017 ini menunjukkan bahwa lanskap startup di Indonesia masih berada pada tahap awal tetapi mengalami kemajuan yang sangat pesat, utamanya pada kategori e-commerce dan transportasi. 

Selain itu, para investor modal ventura memiliki keyakinan terhadap peluang investasi Indonesia, melihat dari kemajuan ekonomi negara, jumlah kelas menengah yang meningkat, serta banyaknya jumlah populasi anak muda yang melek teknologi. 

Adapun sektor teknologi finansial dan kesehatan  muncul sebagai kategori teratas untuk investasi masa depan. 

Alessandro Gazzini, Partner AT Kearney, mengatakan para VC sangat antusias dan yakin terhadap peluang yang dimiliki Indonesia. Dia yakin bahwa potensi pasar Indonesia masih akan tumbuh. Namun, menurutnya, kebutuhan pada para pengembang atau insinyur bidang peranti lunak juga meningkat. 

"Harus ada dukungan yang sangat kuat untuk menghadirkan talenta-talenta ini agar pihak startup dapat memenuhi permintaan pasar," katanya. 

Menurut penelitian yang pertama kali diadakan di Indonesia ini, nilai investasi global terus melonjak dalam 5 tahun terakhir meskipun aliran kesepakatan telah stabil dan mencapai tahap akhir atau seri C ke atas. 

Amerika Serikat hingga kini masih merupakan pusat startup dunia. Namun, investasi di Asia tumbuh dengan sangat pesat terutama di China, India, dan Asia Tenggara. Pertumbuhan paling pesat terjadi di Asia Tenggara dengan dua negara utama yaitu Singapura dan Indonesia.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top