Pedagang Beras Segera Ditagih Implementasi HET

Pemerintah segera mengundang pedagang beras untuk meninjau implementasi ketetapan harga eceran tertinggi beras.
Nurhadi Pratomo | 20 September 2017 18:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah segera mengundang pedagang beras untuk meninjau implementasi ketetapan harga eceran tertinggi beras.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan akan segera mengingatkan pedagang beras untuk menerapkan ketentuan harga eceran tertinggi (HET) beras medium dan premium.

“Hari jumat kita undang mengingatkan lagi jangan lupa sudah ada ketetapan dilaksanakan peraturan itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/9).

Enggartiasto mengatakan selama dua pekan pedagang telah meminta toleransi karena harus menghabiskan stok lama dengan harga yang lebih tinggi. Dia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada pedagang apabila mengabaikan peringatan yang diberikan.

“Kalau sudah peringatan satu, dua, dan tiga engga bisa [ikut aturan] ya jangan dagang simple aja kita,” imbuhnya.

Dia menegaskan pendekatan dari ketetapan HET beras adalah menjaga daya beli konsumen. Pemerintah tidak ingin membiarkan komoditas pangan utama dimanfaatkan menjadi ajang mencari keuntungan para spekulan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin sebelumnya menyatakan peritel saat ini telah mengikuti ketentuan pemerintah untuk ketetapan harga eceran tertinggi (HET) beras. Untuk negoisiasi perjanjian dagang atau trading terms kini telah diselesaikan oleh peritel dan pemasok. 

“Saat ini beras sudah mulai masuk lagi ke toko modern tetapi memang belum merata,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/9).

Solihin menjelaskan bahwa kesepakatan perjanjian dagang bergantung kepada masing-masing kebutuhan produsen atau pemasok. Pasalnya, setiap produsen memiliki strategi yang berbeda-beda untuk menambah daya tarik produk mereka.

Untuk promosi, sambungnya, ada produsen yang ingin memberikan bonus setiap pembelian produknya. Keputusan tersebut sepenuhnya dikembalikan kepada produsen atau pemasok untuk penyesuaian terhadap perjanjian dagang yang disepakati.

“Kami bergantung kepada produsen atau pemasoknya yang pasti harga jual tidak boleh di atas ketentuan HET,” imbuhnya. 

Dia menambahkan, sebagian beras yang ada di toko modern saat ini adalah jenis premium. Sementara, untuk ketersediaan jenis medium masih kalah dibandingkan dengan premium.

Tag : Harga Beras
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top