PLN Jatim Perkuat Sistem Kelistrikan

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur akan melakukan pengadaan mesin diesel pada lima titik di Kabupaten Sumenep, Madura. Selain untuk meningkatkan rasio ketersediaan listrik di masyarakat, penambahan mesin sumber listrik tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal masuknya investor ke Pulau Karapan Sapi.
Dara Aziliya | 21 September 2017 15:03 WIB
Petugas PLN memindahkan jaringan listrik rumah tangga di Desa Karangasem, Demak, Jawa Tengah, Senin (28/8). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, SURABAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jawa Timur akan melakukan pengadaan mesin diesel pada lima titik di Kabupaten Sumenep, Madura.

Selain untuk meningkatkan rasio ketersediaan listrik di masyarakat, penambahan mesin sumber listrik tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal masuknya investor ke Pulau Karapan Sapi.

Saat ini, empat kecamatan dengan penduduk paling tidak sejahtera di Jatim berada di Madura, dan rasio elektrifikasi Pulau Madura merupakan yang terendah di antara kabupaten lain di Jatim yaitu sebesar 65%. Di daratan Jatim, rasio elektrifikasi seluruh kabupaten nyaris menyentuh 100%.

Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jatim G. Wisnu Yulianto menyampaikan beberapa daerah yang akan segera diinstalasi mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yaitu Pulau Kangean, Pulau Sapudi, Gili Iyang, Gili Genting, dan Gili Ketapang yang terletak di Kota Probolinggo.

“Nanti kami perkuat kapasitas pembangkitnya dengan penambahan mesin-mesin PLTD itu. Ke depannya, PLN akan perkuat juga jaringan listrik di pulau-pulau terluar Jatim. Kami targetkan November 2017 sudah bisa beroperasi,” jelas Wisnu di Surabaya, Rabu (20/9/2017).

Wisnu menyampaikan, proses instalasi sudah dimulai sejak Agustus 2017, simultan dengan proses pengadaan lahan di beberapa daerah tersebut. Kawasan Madura memang telah lama mengalami defisit listrik meski daratan Jatim mampu menyuplai listrik ke Jateng dan Bali.

“Persoalan di pulau [sehingga defisit listrik] adalah transportasi, dan sarana dan prasarananya. Idealnya adalah jalannya dibangun dulu, sebelum PLN memasukkan listrik. Kalau listrik sudah ada, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sana,” terang Wisnu.

10 Mesin PLTD

Dari dokumen yang diperoleh Bisnis, PLN Distribusi Jatim akan memasukkan 10 mesin PLTD berkapasitas masing-masing 500 kilowatt di Pulau Kangean, 5 mesin di Pulau Sapudi, masing-masing 4 mesin di Gili Ketapang dan Gili Genting, dan 3 mesin di Gili Iyang. (lihat tabel)

Pulau Kangean mendapatkan mesin terbanyak, mengigat aktivitas ekonomi di pulau tersebut yang paling maju. Wisnu menyebut investasi pengadaan mesin dilakukan oleh PLN pusat sehingga PLN Distribusi Jatim tidak memiliki nilai lengkap nilai pembelian dan instalasi mesin-mesin PLTD tersebut.

PLN Jatim mencatat saat ini sedikitnya 25 desa di Jawa Timur belum teraliri listrik sehingga ditargetkan rasio elektrifikasinya dapat mencapai 100% pada 2019 mendatang. Selama ini, ke-25 desa tersebut bergantung pada penyedia listrik swadaya dan pihak swasta.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah provinsi ingin meningkatkan aktivitas perekonomian di Pulau Madura, termasuk mengajak sejumlah investor industri manufaktur masuk ke pulau tersebut.

Menurutnya, saat ini rasio elektrifikasi yang rendah menghambat pertumbuhan ekonomi Madura. Apalagi,setelah melaksanakan Madura Investment Frum beberapa waktu lalu, sejumlah investor telah menyatakan ketertarikannya berbisnis di Madura.

“Masih banyak persoalan-persoalan mendasar di Madura, termasuk ketersediaan listrik dan air. Untuk dapat menarik investasi, salah satu kebutuhan investor adalah ada aliran listrik ke masyarakat. Saat ini beberapa investor sedang mengincar Madura untuk berinvestasi,” jelas Gus Ipul.

 

Tag : pln
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top