Kementerian PUPR Kemas Panduan Pembangunan Perkotaan Lewat Buku Populer

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) saat ini tengah menyusun data dasar kebijakan perkotaan, permukiman dan perumahan, serta infrastruktur dasar PUPR yang dibangun di seluruh Indonesia.
Nancy Junita | 21 September 2017 11:09 WIB
Kementerian PUPR susun panduan pembangunan perkotaan lewat buku populer. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) saat ini tengah menyusun data dasar kebijakan perkotaan, permukiman dan perumahan, serta infrastruktur dasar PUPR yang dibangun di seluruh Indonesia. 

Kepala BPIW Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan mengatakan berbagai data tersebut akan dikemas dalam Buku The State of Indonesian Cities (SOIC) 2017: "Membangun Identitas Kota-Kota Indonesia”.

Penerbitan buku tersebut  bertujuan member gambaran pola pembangunan dan dinamika yang tinggi yang terjadi pada kota-kota di Indonesia bagi para pengambil kebijakan, baik pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat pada umumnya.

Dikutip dari keterangan tertulis Biro Komunikasi Kementerian PUPR, Kamis (21/9/2017), buku SOIC pertama diterbitkan oleh Kementerian PU bersama Sustainable Urban Development Forum Indonesia (SUD FI) pada tahun 2012 silam.

"Buku ini juga diharapkan dapat menjadi bahan diskursus tentang perkembangan perkotaan dan konsep pembangunan Indonesia yang telah disampaikan dalam berbagai forum internasional," ungkap Rido dalam focus group discussion (FGD) tersebut.

Konsep dimaksud antara lain kota hijau, kota layak huni, kota cerdas, dan kota berketahanan. Hadir dalam FGD tersebut diantaranya Imam S. Ernawi, Mantan Dirjen Penataan Ruang dan Dirjen Cipta Karya yang saat ini menjadi Kepala Satuan Tugas Infrstruktur Asian Games XVIII, M. Jalal praktisi Corporate Social Responsibility (CSR), Ery Hartito Kepala Divisi Pembiayaan Pemerintah Daerah dan Instansi Pemerintah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Bani Pamungkas Pakar Hukum Tata Negara UI, Andi Oetomo dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengengembangan Kebijakan (SAPPK) – ITB. 

Saat ini fenomena dunia sedang mengkota termasuk Indonesia, sehingga akan membutuhkan perspektif khas Indonesia sebagai negara kepulauan tropis terbesar di dunia dalam mencari solusi perkotaan.

Rido meyakini dengan keragaman budaya, keunikan lanskap serta kekhasan alam Indonesia akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan perkotaan yang diperlukan dunia.

Lebih lanjut Rido mengatakan prinsip penulisan buku SOIC 2017 akan memotret kondisi terkini dari berbagai aspek pembangunan perkotaan, yakni aspek ekonomi (termasuk penyediaan infrastruktur), lingkungan, dan sosial budaya. 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, BPIW Kementerian PUPR, Agusta Ersada Sinulingga menambahkan, format penulisan buku SOIC 2017 akan bersifat deskriptif-eksploratif karena tujuan utamanya untuk menunjukkan kekinian situasi perkotaan Indonesia.

“Penulisannya akan berorientasi memandang ke depan dengan menggunakan bahasa populer sesuai dengan target pembaca masyarakat umum dan pemangku kebijakan,” jelasnya.

Ditargetkan buku ini sudah bisa diluncurkan pada tanggal 3 Desember 2017 yang bertepatan dengan Hari Bakti PU ke-72.

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top