NOKIA PHK 600 Pekerja Prancis, Presiden Macron Gusar

Presiden Prancis Emannuel Macron menilai keputusan perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia, untuk memberhentikan 600 pekerja di negaranya telah melanggar komitmen.
M. Nurhadi Pratomo | 23 September 2017 02:02 WIB
Nokia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prancis Emannuel Macron menilai keputusan perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia, untuk memberhentikan 600 pekerja di negaranya telah melanggar komitmen.

“Nokia telah dibantu oleh Prancis dan jelas itu harus menjadi komitmen,” ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (23/09/2017).

Pada 2016, Macron yang saat ini menjadi Menteri Perekonomian Prancis memberi restu kepada Nokia untuk mengambil alih Alcatel-Lucent. Sebagai imbalannya, perusahaan itu berjanji memperkejakan 500 orang Prancis sebagai periset dan pengembang teknologi.

“Satu-satunya langkah yang harus diambil Nokia adalah memegang teguh komitmen tersebut,” imbuh Macron.

Seperti diketahui, Nokia berencana memangkas ratusan pekerja di Prancis pada 2019 mendatang. Perseroan berupaya menghemat pengeluaran hingga US$1,4 miliar.

Nokia disebut akan memangkas pekerja pada lini bisnis jaringan mereka. Pasalnya, penjualan terus menurun mencapai 5% dari tahun ke tahun.

Di negara asalnya, Nokia memiliki 6.100 karyawan dan total sebanyak 101.00 di seluruh dunia. Namun, pada 2016, perseorang memberhentikan 960 pekerja di Finlandia dan menyatakan bakal mengurangi 1.400 pekerja di Jerman.

Tahun ini, perseroan menyatakan bakal mengurangi 170 pekerja di Finlandia yang berada di posisi operasi jaringan dan fungsi pendukungnya. Proses tersebut kini tengah dalam tahap persiapan.

Tag : prancis, nokia
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top