Ekspansi Garuda ke Selayar Butuh Dukungan Kebijakan Pariwisata

Rencana maskapai penerbangan Garuda Indonesia terbang ke Selayar, Sulawesi Selatan, mesti diikuti dengan kebijakan otoritas setempat yang berorientasi pada industri pariwisata.
Amri Nur Rahmat | 23 September 2017 14:00 WIB
Seorang karyawan GMF AeroAsia melintas di dekat pesawat Boeing 747 Garuda Indonesia - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, MAKASSAR - Rencana maskapai penerbangan Garuda Indonesia terbang ke Selayar, Sulawesi Selatan, mesti diikuti dengan kebijakan otoritas setempat yang berorientasi pada industri pariwisata.

Hal tersebut menjadi sangat strategis guna menunjang pelayanan rute penerbangan dari dan menuju Selayar agar memiliki durasi berkelanjutan, serta menjadi katalisator terhadap perekonomian daerah.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel Andi Januar Jaury Darwis mengemukakan, ekspansi maskapai Garuda Indonesia membuka rute perintis mesti segera direspons oleh pemerintah daerah setempat melalui sinergitas kebijakan yang mempu mengatrol angka pergerakan pengguna jasa moda udara.

Dia menjelaskan, kebijakan sektor pariwisata menjadi utama karena memiliki efek berantai pada sektor lainnya dalam kerangka perekonomian skala lebih luas.

"Rute baru Garuda ini selain untuk menunjang industri pariwisata, juga untuk kebutuhan masyarakat Selayar. Sehingga mesti tercipta keselarasan antara proyeksi load factor [keterisian pesawat] dan kebijakan otoritas setempat," ujarnya, Sabtu (23/9/2017).

Tidak hanya sampai di situ, lanjut Januar, ketika pergerakan kunjungan wisatawan melalui moda udara telah optimal, maka mesti pula diimbangi dengan kebijakan ekonomi otoritas setempat.

Menurutnya, kebijakan tersebut bisa dimanifestasikan melalui optimalisasi komoditas utama Selayar sehingga mampu mengakselerasi perputaran perekonomian multi sektor.

Hal itu diproyeksikan bisa menjadi alternatif load factor maskapai tetap berada pada level optimal, meskipun pergerakan wisatawan mencatatkan grafik pelemahan saat periode low season pada bulan-bulan tertentu.

"Segmen perjalanan bisnis bisa jadi alternatif saat pariwisata di periode low season. Belum lagi pengiriman komoditas, bisa juga melalui moda udara. Sehingga tercipta skema yang berkelanjutan," urai Januar.

Untuk skala lebih luas, tambah dia, jika serangkaian kondisi itu terwujud maka semakin mengokohkan posisi Makassar yang berstatus hub dan terkoneksi dengan destinasi pariwisata unggulan di Sulsel maupun timur pada umumnya.

Sebelumnya, Vice President Garuda Indoensia Regional Kalimantan Sulawesi dan Papua I Wayan Supatryasa mengatakan pembukaan rute perintis Makassar-Selayar (PP) telah memasuki tahapan finalisasi untuk pengkajian bisnis maupun operasional.

"Dalam waktu dekat kami segera melakukan koordinasi kembali dengan Pemkab Selayar. Sesegera mungkin penerbangan perdana sudah bisa terealisasi," ujarnya.

Untuk melayani rute tersebut, perseroan bakal menggunakan armada ATR72-600 berkapasitas 70 tempat duduk yang memang diperuntukkan dalam pelayanan rute berklasifikasi perintis.

Menurut Wayan, pembukaan rute tersebut juga mengacu pada potensi pariwisata Selayar sebagai salah satu destinasi wisata bahari Sulsel yang juga diikuti dengan geliat perekonomian yang mulai bergairah.

Tag : garuda indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top