Proyek 520 Tower Transmisi Listrik Jawa-Bali : PJB Tunggu Dua Izin Lagi

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui anak usahanya PT Pembangkit Jawa-Bali tengah merampungkan seluruh dokumen perizinan untuk memulai konstruksi pembangunan total 520 tower transmisi listrik proyek Jawa—Bali Crossing.
Dara Aziliya | 24 September 2017 17:15 WIB
Sutet - Bisnis.com

Bisnis.com, SURABAYA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui anak usahanya PT Pembangkit Jawa-Bali tengah merampungkan seluruh dokumen perizinan untuk memulai konstruksi pembangunan total 520 tower transmisi listrik proyek Jawa—Bali Crossing.

Dari dokumen yang dipaparkan PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB), perusahaan telah menyelesaikan sedikitnya 13 dokumen perizinan dari total 15 izin yang harus diperoleh.

Dua izin yang belum didapat yaitu Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Izin Penlok dari Bupati Buleleng, Bali.

General manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I Mayarudin menyampaikan seluruh perizinan harus selesai hingga akhir tahun ini untuk dapat menyelesaikan proyek JBC pada 2019.

Menurutnya, salah satu kendala yang masih dihadapi PJB adalah sulitnya memperoleh izin penetapan lokasi dari Bupati Buleleng karena Pemda menilai pembangunan tower JBC tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah tersebut.

“Dalam Perpres Proyek Strategis Nasional terbaru, pemerintah pusat menegaskan rencana tata ruang daerah yang terdapat PSN harus menyesuaikan. Selain itu, proyek JBC sejalan dengan keinginan Bupati Buleleng untuk menghasilka clean energy di Bali,” jelas Mayarudin, Minggu (24/9/2017).

PLN menilai proyek JBC harus ditempuh untuk mengantisipasi defisit pasokan listrik di Pulau Dewata yang diprediksi berpotensi terjadi pada tahun 2021.

Pasalnya, pertumbuhan konsumsi di Pulau Dewata mencapai 15% per tahun, di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 8,7%.

Saat ini daya listrik terpasang di Bali sebesar 1.290 megawatt, daya mampu sebesar 1.100 megawatt, dan rata-rata beban puncak sebesar 860 megawatt. Dengan asumsi pertumbuhan konsumsi minimal 10%, maka beban puncak pada 2021 akan mencapai 1.214 megawatt.

Dengan kebutuhan sebesar 1.214 megawatt tersebut, daya mampu Bali saat ini tidak akan dapat memasok seluruh kebutuhan Pulau Dewata. Untuk itu, PJB harus akan membangun menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) 500kV yang dapat menghantarkan daya listrik hingga 2.800 megawatt.

Tag : pln, listrik
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top