IMPLEMENTASI HET: Pantau Harga Beras, Pemerintah Sidak Pasar Induk Cipinang

Pemerintah melakukan sidak implementasi harga eceran tertinggi beras ke Pasar Induk Beras Cipinang, Senin (25/09/2017).
M. Nurhadi Pratomo | 25 September 2017 09:42 WIB
Sidak harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang. - .Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah melakukan sidak implementasi harga eceran tertinggi beras ke Pasar Induk Beras Cipinang, Senin (25/9/2017).

Peninjauan implementasi aturan harga eceran tertinggi (het) dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana dan Direktur PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan toleransi yang diberikan kepada pedagang dan pemasok untuk melakukan penyesuaian telah usai. Pekan ini, Kementerian Perdagangan didampingin jajaran Satgas Pangan akan mulai memeriksa langsung kesesuaian di lapangan.

Aturan HET berlaku terhitung sejak September 2017 dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Setelah toleransi yang diberikan kepada pedagang dan pemasok untuk menyesuaikan dengan kebijakan yang baru, pemerintah mulai hari ini akan memeriksa kesesuaian serta memberlakukan sanksi bagi pelanggar.

Pemerintah mamatok batas atas harga beras medium dan premium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg.

Sementara, untuk wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra sebesar Rp9.950 per kg dan Rp13.300 per kg sedangkan Papua dan Maluku sebesar Rp10.250 per kg dan Rp13.600 per kg.

Tag : Harga Beras
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top