Proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru Dimulai

Konstruksi fisik fasilitas pemrosesan gas di Lapangan Jambaran-Tiung Biru dimulai dengan kapasitas produksi 330 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).
Duwi Setiya Ariyanti | 25 September 2017 13:40 WIB

Bisnis.com, BOJONEGORO - Konstruksi fisik fasilitas pemrosesan gas di Lapangan Jambaran-Tiung Biru dimulai dengan kapasitas produksi 330 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Konstruksi fisik fasilitas produksi dimulai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Proyek yang berada di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu akan menghasilkan gas 172 MMscfd.

Hadir dalam peresmian tersebut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Bupati Bojonegoro Suyoto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, dan Presiden ExxonMobil Cepu Limited Daniel Wieczynski.

Alokasi sebesar 100 MMscfd diperuntukkan ke Pertamina, yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara itu, sebesar 72 MMscfd akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Adapun, harga gas di kepala sumur sebesar US$6,7 per juta british thermal unit (MMBtu), tetap (flat) selama 30 tahun. Dengan biaya toll fee sebesar US$0,9 MMBtu, harga di pembangkit listrik PLN menjadi sebesar US$7,6 per MMBtu.

Saat jumpa pers, Jonan mengatakan investasi sebelumnya sebesar US$2,1 miliar. Namun dengan pertimbangan harga gas tetap terjangkau bagi PLN, nilai investasi turun menjadi US$1,5 miliar. "Kita mencoba menurunkan investasi seefisien mungkin," ujarnya di Bojonegoro.

Tag : blok cepu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top