Kemenperin Perluas Program E-Smart IKM

Kementerian Perindustrian terus mendorong industri kecil dan menengah untuk dapat memperluas pasar melalui program E-Smart IKM.
Dara Aziliya | 25 September 2017 20:25 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan bordir untuk seragam - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, SIDOARJO – Kementerian Perindustrian terus mendorong industri kecil dan menengah untuk dapat memperluas pasar melalui program E-Smart IKM.

Dengan masuk ke pasar digital, industri kecil menengah diharapkan dapat menangkap pasar ekspor.

Kajian yang dilakukan Google dan Temasek menunjukkan pasar dalam jaringan (online) Asia Tenggara tumbuh maif, mencapai rata-rata 32% per tahun selama setidaknya 10 tahun ke depan. Pada 2025, nilai transaksi pasar online di Asia Tenggara diprediksi mencapai US$88 miliar.

Kajian yang sama juga menunjukkan Indonesia akan memegang peranan signifikan dengan penguasaan mencapai 52% pasar e-commerce di Asia Tenggara dengan nilai transaksi sebesar US$46 miliar pada 2025.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini pasar industri sedang beralih dari offline menjadi online. Hal tersebut juga ditunjukkan dengan pertumbuhan penjualan ritel yang selama kuartal I/2017 anjlok hingga 20%.

“Pasar digital Indonesia saat ini nilainya US$12 miliar, lima tahun lagi akan meningkat 10 kali lipat. Industri kecil dan menengah harus mengikuti demand yang begitu besar ini. Apalagi Indonesia punya pasar kuat karena penduduknya banyak,” kata Airlangga pada Workshop E-Smart IKM di Sidoarjo, Senin (25/9).

Airlangga mengatakan pasar online terus tumbuh karena lebih efisien dari sisi biaya yang harus dikeluarkan baik untuk membuka toko maupun melakukan promosi. Dengan masuk ke pasar digital, IKM diprediksi mampu mengerek pertumbuhan ekonomi nasional hingga 7%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada 2016 lalu jumlah usaha IKM mencapai 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang. Airlangga menyebut jumlah IKM akan terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah yang diperkirakan mencapai 70% dari total penduduk pada 2025 nanti.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produknya secara online, pelaku IKM dapat memperoleh keuntungan yang lebih signifikan hingga 80% dan peluang menjadi inovatif akan meningkat hingga 17 kali lipat. Platform E-Smart ini sangat ringan tapi marketnya sangat luas, ” kata Airlangga.

Program E-Smart IKM merupakan usungan Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin. Program E-Smart IKM menggandeng e-commerce yaitu Bukalapak untuk dapat menjadi tempat IKM memasarkan produknya. Saat ini, vendor Bukalapak mencapai 1,6 juta pelapak dengan 13 juta kunjungan per harinya.

Dirjen IKM Kemenerin Gati Wibawaningsih menyampaikan pemerintah juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk dapat mengembangkan kemampuan memanfaatkan platform digital. Secara simultan, pemerintah juga menghubungan IKM dengan perbankan.

“Dalam pelatihan, aka nada materi soal strategi penjualan secara online, fotografi produk dan sekaligus registrasi penjualan online melalui e-commerce. Pelatihan diikuti IKM dari berbagai sektor seperti makanan dan minuman, furniture, logam, dan fesyen,” kata Gati.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan pemerintah provinsi mendorong pertumbuhan industri di Jatim melalui berbagai upaya untuk menarik investasi manufaktur masuk ke wilayah tersebut.

“Jatim merupakan provinsi yang ramah untuk semua industri. Memang masih ada pekerjaan rumah yaitu IKM kita masih kalah efisien dibandingkan perusahaan-perusahaan multinasional. Untuk itu, IKM Jatim butuh suku bunga pinjaman yang lebih rendah,” terang Pakde.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan mencatat saat ini ada lebih dari 813.000 industri skala kecil, sedang, dan besar di Provinsi Jatim.

Tag : ikm
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top