Tawarkan 12 Proyek, Kemenhub Bidik Investasi Asing Rp30 Triliun

Proyek itu ditawarkan dalam forum bisnis dalam rangkaian Asia Europe Meeting/ASEM Transport Ministers Meeting di Bali 26-28 September 2017 mendatang.
Rivki Maulana | 25 September 2017 11:07 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan membidik komitmen investasi senilai Rp30 triliun hingga Rp40 trilin dari 12 proyek yang ditawarkan kepada investor. Proyek itu ditawarkan dalam forum bisnis dalam rangkaian Asia Europe Meeting/ASEM Transport Ministers Meeting di Bali 26-28 September 2017 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah memang ingin menjaring investasi asing dalam setiap kegiatan internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Dia menyebut, Kemenhub bakal melakukan pertemuan satu per satu dengan sejumlah delegasi yang hadir dalam Asia Europe Meeting/ASEM Transport Ministers Meeting.

Beberapa delegasi negara yang dijadwalkan hadir di Bali antara lain Inggris, Rusia, Luxemburg, Latvia, Polandia, dan Hungaria. Selanjutnya Jepang, India, China, Filipina, Malaysia, dan Singapura. "Kami ingin sekali investasi semakin baik karena inflasi kita rendah, sentimen internasional juga positif. Jadi minimal kami harapkan Rp30 triliun," jelasnya di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Menurut Budi, sejumlah proyek sudah dilirik beberapa investor. seperti proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah diminati China dan Belanda. Investor dari Uni Emirat Arab juga disebut kepincut membenamkan modal di proyek Makassar New Port.

Selain itu, proyek lain yang juga bakal ditawarkan yakni Proyek New Priok Development, Pelabuhan Kijing, dan Pelabuhan Tanjung Api-api, Pelabuhan Sorong, dan kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Di transportasi darat, Kemenhub juga menawarkan proyek kereta api Makassar--Pare Pare dan kereta ringan atau ligh rapid transit (LRT) Bandung. Di Surabaya, proyek kereta dalam kota atau Trem juga bakal ditawarkan ke investor.

Budi Karya menuturkan, pengembangan Bandara Kuala Namu dan Bandara Internasional Lombok juga menjadi dua proyek bandara yang bakal ditawarkan ke investor. Dia mengungkapkan, investor China dan India menyatakan minat untuk berinvestasi di dua proyek itu.

Guna memuluskan investasi, Budi Karya mengatakan pihaknya siap untuk merevisi regulasi di tingkat kementerian. Dia menekankan, hal itu bakal dilakukan sepanjang Peraturan Menteri dinilai tidak kondusif bagi kegiatan investasi.

Tag : investasi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top