Pengembangan Bandara Hang Nadim, Ini Keinginan BP Batam

BP Batam masih melihat tawaran-tawaran investor asing yang telah menyatakan minatnya melakukan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim di Batam.
Yudi Supriyanto | 25 September 2017 20:02 WIB
Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam masih melihat tawaran-tawaran investor asing yang telah menyatakan minatnya melakukan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Suwarso, GM Operasional Bandara Internasional Hang Nadim, mengatakan BP Batam menginginkan investasi dilakukan secara menyeluruh.

“Kita tidak mau parsial, artinya hanya terminal, hanya runway. Luas lahan 1.760 hektare yang ada di Bandara Internasional Hang Nadim ini, baru kurang lebih 40% yang digunakan. Ini lah sisanya ini yang kita mau melihat, apa yang dia tawarkan ke kita,” ungkapnya.

Dia menjelaskan investasi tersebut juga harus menguntungkan BP Batam selain menguntungkan para investor yang akan menanamkan uangnya.

Saat ini, lanjutnya, terdapat investor yang meminta masa konsesi hingga 50 tahun untuk melakukan pengembangan bandara.

“Ada beberapa skema tentang kerja samanya ini, ada yang minta 50 tahun. Ini yang sedang dipertimbangkan untung dan ruginya bagi Bandara Internasional Hang Nadim, Batam,” lanjutnya.

Terkait dengan besaran investasi yang ditawarkan oleh para pemilik modal, Suwarso enggan memberitahukannya karena pihaknya masih menunggu tawaran-tawaran yang nantinya akan kembali dilakukan oleh para pemilik modal.

Hanya saja, lanjutnya, kebutuhan untuk membangun terminal baru saja pada 2019 yang telah dianggarkan mencapai sekitar Rp3,2 triliun.

“[Nilai investasi] Banyak, yang jelas investasi tentang, bervariasi, karena kita masih menunggu, kentungan kita itu apa. Dia akan menawarkan kembali, kita akan menjajaki untuk siapa yang lebih memungkinkan untuk lebih menguntungkan pihak BP Batam,” katanya.

Saat ini, lanjutnya terdapat sembilan investor asing yang menyatakan minatnya untuk melakukan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim. Salah satu investor tersebut adalah perusahaan asal Jepang, Mitsui.

Sementara itu, dia menambahkan pihaknya pada saat ini juga memiliki rencana merevitalisasi terminal yang ada sebelum mengembangkan terminal dua yang rencananya pada 2019.

Revitalisasi tersebut guna meningkatkan kapasitas terminal bandara mengingat saat ini rata-rata jumlah pergerakan orang mencapai 7.000 per hari.

Dia mengutarakan terminal Bandara Internasional Hang Nadim yang ada saat ini didesain untuk menampung penumpang 5 juta orang per tahun. Namun selama 2016, jumlah pergerakan orang sudah berada di atas 6 juta.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya pada saat ini sedang concern melakukan pengembangan mengingat adanya perkembangan jumlah pergerakan orang yang cukup signifikan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan BP Batam tidak terlalu lama dalam mencari investor guna meningkatkan pelayanan Bandara Internasional Hang Nadim mengingat persaingan semakin ketat.

Dia menyebutkan pihaknya bersedia melihat kembali peraturan menteri perhubungan yang ada dan tidak langsung menolak investasi yang akan dilakukan jika bertentangan dengan peraturan.

Tag : batam, hang nadim
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top