Kementan Usul Penambahan Luas Tanam Jagung 4 Juta Hektare

Kementerian Pertanian mengusulkan alokasi anggaran Rp2,7 triliun untuk luas tanam jagung baru 4 juta hektare pada RAPBN 2018.
Azizah Nur Alfi | 25 September 2017 12:53 WIB
Buruh tani memanen jagung manis di lahan pertanian jagung Kadireso, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (31/7). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian mengusulkan alokasi anggaran Rp2,7 triliun untuk luas tanam jagung baru 4 juta hektare pada RAPBN 2018.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menyampaikan, bahwa Kementerian Pertanian telah mengusulkan penambahan luas lahan tanam jagung sebesar 4 juta ha pada RAPBN 2018, naik dari luas tanam jagung baru pada tahun lalu 3 juta ha.

"Ini belum definitif. Kami masih akan melakukan pembahasannya per program. Tanggal sebelas baru akan didefinitifkan," tutur Herman ditemui usai Rembug Jagung Nasional di Jakarta, pekan lalu.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto mengatakan penambahan luas tanam jagung ini dapat melalui integrasi lahan perkebunan, pemanfaatan lahan perhutani, maupun di bawah tegakan kelapa.

Dia menyebut, terdapat potensi lahan seluas 38,58 juta ha terdiri dari lahan eksisting (8,11 juta ha), integrasi perkebunan (11,3 juta ha), tegakan kelapa (3,5 juta ha), lahan tidur (11,68 juta ha), ladang pengembalaan (2,19 juta ha), dan lahan perhutani (1,8 juta ha).

"Kami dorong perluasan area tanam baru di bawah tegakan kelapa, sawit, hutan. Paling banyak di Kalimantan dan Sumatera agar areanya menjadi produktif," kata dia.

Gatot mengatakan, realisasi area tanam jagung hingga September seluas 5,7 juta ha. Seluas 1 juta ha diantaranya merupakan program pemerintah melalui bantuan 50 kg benih per ha dan pupuk, sementara sisanya merupakan swadaya petani.

Berdasarkan Angka Ramalan I, luas panen jagung sebesar 5,04 juta ha dan produksi sebesar 26,03 juta ton pipilan kering. Sebesar 22.250 ton diantaranya untuk ekspor.

"Dari rencana luas lahan baru 3 juta ha pada 2017, hingga Agustus baru terealisasi 1 juta ha," imbuhnya.

Gatot optimistis penambahan area tanam jagung baru akan tercapai seiring dengan harga jagung yang tinggi sehingga menarik minat petani. Dia menyebut harga jagung bervariasi sekitar Rp3.200 per kg - Rp4.000 per kg.

Ketua GPMT Desianto B Utomo sebelumnya menyampaikan penambahan area tanam jagung baru semestinya diikuti dengan pembangunan infrastruktur pascapanen.

Kondisi saat ini penambahan area tanam baru masih lebih tinggi dari pembangunan infrastruktur pascapanen. Akibatnya, meski jagung diklaim mencukupi bahkan surplus, industri tetap sulit memperoleh bahan baku sebagai bahan baku utama pakan ternak.

"Jangan buka areal tanam baru selama infrastruktur pasca panen tidak terjamin," kata dia.

Tag : jagung
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top