Staf Ahli Menkominfo Dorong BPS Berinovasi Saat Rilis Data, Ini Alasannya

Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo, mengatakan era digital membuat pembuatan data lebih mudah. BPS diminta terus melakukan inovasi.
M. Nurhadi Pratomo | 26 September 2017 11:32 WIB
Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo memberikan paparan saat acara Seminar Nasional "Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi". - .Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

 

Bisnis.com, JAKARTA - Henri Subiakto, Staf Ahli Menkominfo, mengatakan era digital membuat pembuatan data lebih mudah. BPS diminta terus melakukan inovasi.

Selain itu, era perkembangan teknologi menciptakan pola digital baru bagi masyarakat. Heri mengatakan saat ini terjadi transformasi ke aktivitas digital. Termasuk, terciptanya sumber data dan informasi yang baru.

"Aktivitas berpindah ke ke digital semua bisa jadi wartawan, semua bisa jadi pengumpul data," ujarnya dalam Seminar Nasional "Merancang Format Masa Depan Pengumpulan Data Statistik dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi", di Gedung Utama BPS, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Berdasarkan riset Kominfo, 4 dari 10 orang aktif di sosial media. Rata-rata masyarakat hanya bisa berpisah dari ponselnya selama 7 menit.

terkait data BPS, Henri menilai masih menjadi sumber pengambil keputusan. Namun, apabila tidak berinovasi maka akan sulit.

Saat ini, sambungnya, BPS bersaing dengan big data yang tidak memerlukan survai dengan mengirimkan orang. Jumlah big data saat ini sangat besar dan dapat dicari hingga sangat detail.

Henri mengungkapkan karakter komunikasi terus berkembang. Salah satunya dengan kehadiran web 3.0 atau new big thing.

"Masyarakat tidak bisa lepas dari smartphone karena merupakan extention of life," ujarnya.

Perubahan digital, sambungnya, mendorong terjadinya disrupsi yang tidak terelakkan.

Tag : bps
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top