Australia Tawari Kerja Sama Teknologi Listrik Daerah Terpencil

Pemerintah Australia Bagian Barat melalui Horizon Power, sebuah badan usaha milik daerah di Australia menawarkan peluang kerja sama dengan PLN untuk mengembangkan teknologi kombinasi energi baru terbarukan bagi daerah-daerah kecil di Indonesia.
Peni Widarti | 27 September 2017 18:02 WIB
Pekerja melakukan perbaikan jaringan listrik - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Australia Bagian Barat melalui Horizon Power, sebuah badan usaha milik daerah di Australia menawarkan peluang kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengembangkan teknologi kombinasi energi baru terbarukan bagi daerah-daerah kecil di Indonesia.

Menteri Australia Bagian Barat untuk urusan tambang, petroliun dan hubungan perdagangan serta industri, Hon Bill Johnston mengatakan Horizon Power memiliki pengalaman dalam menangani kebutuhan listrik di perkotaan kecil yang tidak terjangkau listrik dari pusat.

"Di Australia Barat, ada 46 kota yang ditangani Horizon. Mereka merupakan kota yang tidak tersambung dengan energi listrik pusat dengan menggunakan teknologi khusus untuk menghasilkan energi listrik biasa maupun yang energi terbarukan," katanya saat wawancara khusus dengan wartawan Surabaya, Rabu (27/9/2017).

Menurut Johnston, Indonesia bagian Timur yang terdiri dari pulau-pulau sangat cocok bila menerapkan teknologi yang dimiliki Horizon Power. Mungkin, lanjutnya, PLN bisa membuat proyek demo atau percontohan di salah satu pulau kecil atau tidak perlu secara nasional.

"Kami sudah tawarkan kepada PLN, apakah mereka tertarik, kami sedang menunggu keputusannya dalam beberapa bulan. Selain PLN, kami juga akan tawarkan kepada Pertamina karena katanya mereka juga mau produksi energi listrik," jelasnya.

Johnston menjelaskan teknologi yang dimiliki Horizon Power tersebut bisa dikombinasi antara menghasilkan energi listrik biasa maupun dengan energi baru terbarukan seperti dari energi sinar matahari, ataupun angin.

"Dari beberapa kota kecil di Australia yang sudah menerapkan teknologi Horizon ini, sebagian besar banyak memanfaatkan energi matahari karena di Australia sangat melimpah, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan energi lain," jelasnya.

Johnston menambahkan, di sektor energi, produsen gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) asal Australia Woodside Energy Ltd juga telah menandatangani perjanjian jual beli gas oleh PT Pertamina dalam beberapa bulan lalu.

"Ini merupakan pertama kalinya Pertamina mengimpor gas dari luar dan Woodside adalah yang pertama. Kami akan bertemu Pertamina dan ingin membicarakan kontrak ini yang kemungkinkan bisa ada kerja sama lain," katanya.

Diketahui, fasilitas ekspor LNG milik Woodside berada di kota Karatha Australia Barat. Lokasi tersebut cukup dekat dengan Indonesia. Woodside akan memasok LNG ke Pertamina mulai 2019.

Tag : australia, listrik
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top