Solusi Konkret Bahan Baku Industri Pengalengan Ikan Dinanti

Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia meminta pemerintah memberikan solusi konkret untuk membangkitkan industri pengalengan di Tanah Air yang lesu dalam beberapa tahun.
Sri Mas Sari | 27 September 2017 11:10 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia meminta pemerintah memberikan solusi konkret untuk membangkitkan industri pengalengan di Tanah Air yang lesu dalam beberapa tahun.

Permintaan itu disampaikan untuk merespons kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Komisi IV DPR ke unit pengolahan ikan di Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (26/9/2017).

Ketua Harian Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) Ady Surya mengatakan sektor perikanan dan pariwisata adalah dua sektor yang mampu secara cepat menggerakkan ekonomi daerah, sebagaimana disebut Presiden Joko Widodo beberapa kali.

"Industri pengalengan harus diselamatkan agar tetap berfungsi optimal memberikan multiplied effects economy bagi daerah dan nasional," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (27/9/2017).

Menurut dia, potensi sumber daya ikan yang besar harus menjadi keunggulan kompetitif dalam persaingan global industri dan perdagangan produk perikanan Indonesia. Kemampuan negara dalam mengatur posisi supply-demand bahan baku ikan menjadi kunci daya saing nasional.

Apiki merekam utilitas industri pengalengan ikan nasional saat ini hanya 25% dari kapasitas terpasang. Kapasitas terpasang industri pengalengan tuna/cakalang 365.000 ton per tahun, sedangkan pengalengan sarden/makarel 235.000 ton per tahun.

Solusi konkret yang diinginkan Apiki adalah kontinyuitas pasokan bahan baku ikan karena sudah dua tahun industri pengalengan ikan Indonesia kalah bersaing di pasar global akibat kehilangan kepercayaan dan peluang pasar. Ady mengatakan impor bahan baku yang sekarang terjadi bukanlah solusi, melainkan substitusi temporer lintas daerah dan musim ikan di negeri ini.

"Kebijakan di hulu haruslah harmonis dan proporsional dengan hilir karena pada hakikatnya pengembangan keduanya untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top