Manufaktur Jabar Berkontribusi Besar untuk PDB Nasional

Kementerian Perindustrian menilai kontribusi Jawa Barat dari sektor manufaktur terbilang cukup besar. Jawa Barat tercatat memiliki kontribusi sebesar 14,33% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 28 September 2017 01:43 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - Antara/Doni Sentosa

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian menilai kontribusi Jawa Barat dari sektor manufaktur terbilang cukup besar. Jawa Barat tercatat memiliki kontribusi sebesar 14,33% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus berupaya mengembangkan potensi sektor industri di Jawa Barat (Jabar). Kontribusi Jabar untuk perekonomian nasional dianggap besar, adapun dari 82 kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia, sebagian berlokasi di tempat tersebut.

Airlangga menyebut, percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Jabar menjadi magnet bagi investor asing. “Jabar merupakan wilayah yang strategis, sehingga dipacu menjadi salah satu pusat industri hulu hingga hilir," kata Airlangga dalam siaran pers, Rabu (27/9/2017).

Menurutnya, pemerintah telah membagi daerah Jabar dalam beberapa sektor industri, seperti wilayah bagian Selatan untuk manufaktur pengolahan hasil pertanian dan maritim. Selain itu, Jabar bagian Utara untuk sektor otomotif, elektronika, makanan dan minuman, telematika, serta tekstil. 

Merujuk data Pemerintah Provinsi Jabar, Jabar menyumbang 60% PDB sektor industri manufaktur nasional. Dilihat dari sisi investasi, Jabar memberikan kontribusi sebanyak 34,46% dari penanaman modal asing.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah tenaga kerja berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada 2016 mencapai 120 juta orang. Adapun penyerapan tenaga kerja di sektor industri tercatat sebanyak 15 juta orang dengan kontribusi terbesar dari Jabar sekitar 3,89 juta orang (24,93%). Selanjutnya, diikuti Jawa Tengah 3,21 juta orang (20,16%), dan Jawa Timur 2,94 juta orang (18,46%).

Airlangga menyatakan dalam upaya pengembangan industri berdaya saing tinggi, Kemenperin berupaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, pembangunan politeknik atau akademi komunitas di kawasan industri.

Menurutnya, untuk wilayah Jabar Kemenperin telah menggandeng sebanyak 140 industri dan 409 SMK. “Salah satu langkah yang telah dilakukan Kemenperin, yaitu meluncurkan program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Jabar pada Juli lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Kemenperin gencar menciptakan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren melalui program Santripreneur. Upaya ini dimaksudkan agar para lulusan pondok pesantren Jabar nanti dapat turut mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).

“Untuk meningkatkan skala ekonomi IKM Jabar, kami juga melakukan pendampingan yang memastikan adanya jaminan produk, keamanan dan standar. Selain itu, kami mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui pengambangan e-smart IKM,” imbuhnya.

Tag : kemenperin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top