KABAR PASAR 28 SEPTEMBER: 10.000 MW Jalan Terus, Pertamina dan APBN Aman dari Gejolak Harga Minyak

Berita tentang proyek 10.000 megawatt yang terus berjalan di tengah isu keuangan serta kinerja bisnis PT Pertamina (Persero) yang belum terganggu fluktuasi harga minyak mentah menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (28/9/2017).
Renat Sofie Andriani | 28 September 2017 08:34 WIB
Petugas PLN memindahkan jaringan listrik rumah tangga di Desa Karangasem, Demak, Jawa Tengah, Senin (28/8). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang proyek 10.000 megawatt yang terus berjalan di tengah isu keuangan serta kinerja bisnis PT Pertamina (Persero) yang belum terganggu fluktuasi harga minyak mentah menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (28/9/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

10.000 MW Jalan Terus. Isu keuangan yang membelit PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diyakini tak mengancam kelangsungan megaproyek pembangkit listrik yang digarap BUMN itu. Perusahaan setrum tersebut memastikan jatah proyek 10.000 megawatt (MW) yang akan digarap—dari 35.000 MW—akan terus diselesaikan. Kondisi keuangan BUMN itu diyakini masih cukup kuat dan sehat. (Bisnis Indonesia)

Pengusaha Minta Lelang Dibatalkan. Pelaku usaha meminta pemerintah membatalkan skema lelang gula rafinasi karena dinilai tidak menjawab permasalahan yang membelit komoditas itu. (Bisnis Indonesia)

Penaikan 10 Kali Dinilai Tak Tepat. Pemerintah tetap berkukuh desakan untuk menaikkan threshold bea masuk barang bawaan penumpang dari luar negeri hingga 10 kali lipat bukan usulan yang tepat. (Bisnis Indonesia)

Bank Muamalat Dilepas Rp4,5 Triliun. Rencana PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) mengakuisisi Bank Muamalat terbukti bukan isapan jempol. Kabar PADI ingin mengambil alih bank syariah pertama di Indonesia tersebut sudah terendus sejak akhir Juli 2017. (Kontan)

Pertamina dan APBN Aman dari Gejolak Harga Minyak. Fluktuasi harga minyak mentah dunia belum mengganggu kinerja bisnis PT Pertamina (Persero). Proyek-proyek migas Pertamina yang sedang berjalan juga masih aman. Meski demikian, gejolak harga minyak hingga di atas level US$50 per barel mesti diwaspadai karena bisa menggerus kemampuan investasi Pertamina dan mempersempit ruang fiskal APBN-P 2017. (Investor Daily)

Tag : Harga Minyak, pertamina
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top