Operasikan Kereta Baru, KAI Berharap Pendapatan Terdongkrak

PT Kereta Api Indonesia berharap pendapatan perusahaan akan ikut terdongkrak dengan beroperasinya Kereta Jayakarta Premium rute Stasiun Pasar Senen - Surabaya Gubeng.
Yudi Supriyanto | 28 September 2017 15:59 WIB
Kepadatan calon penumpang di Stasiun Pasar Senen Jakarta. - Reuters/Agoes Rudianto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia berharap pendapatan perusahaan akan ikut terdongkrak dengan beroperasinya Kereta Jayakarta Premium rute Stasiun Pasar Senen - Surabaya Gubeng secara reguler.

Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Hendy Hilmi mengatakan, akan terdapat peningkatan volume penumpang sekitar 600 orang setiap hari dengan beroperasinya Kereta Jayakarta Premium tersebut.

“[Peningkatan pendapatan] Nanti kita lihat, kereta kan tidak semuanya penuh, ada peak, ada tidak. Tapi, rata-rata itu kita harapkan bisa meningkatkan pendapatan,” ujarnya di Jakarta pada Kamis (28/9/2017).

Dia menjelaskan saat ini rata-rata jumlah penumpang moda transportasi berbasis rel tersebut dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta menuju wilayah Timur bisa mencapai 18.000 orang setiap hari.

Sementara jumlah penumpang dari Stasiun Gambir menuju wilayah Timur juga dapat mencapai 8.000 - 15.000 orang setiap hari.

Dia menambahkan Kereta Jayakarta Premium yang beroperasi secara reguler pada rute Pasar Senen - Surabaya Gubeng merupakan kereta api kelas ekonomi komersial.

Oleh karena itu, lanjutnya tarif batas bawah dan tarif batas atas yang berlaku mengacu pada tarif batas bawah dan atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam menetapkan tarif, dia menuturkan pada hari-hari biasa pihaknya akan menggunakan tarif batas bawah. Sementara seperti pada musim Lebaran, menggunakan tarif batas atas.

“Biasanya tarif bata atas hanya dimanfaatkan untuk masa lebaran saja. Hari biasa pakai TBB [tarif batas bawah] semua. Nanti disesuaikan, masyarakat tak perlu kaget TBA [tarif batas atas] sampai Rp400.000, karena itu hanya digunakan pada Lebaran. Hari-hari biasa Rp200.000-an,” kata Hendy.

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Suprapto mengatakan tarif batas bawah dan atas Kereta Jayakarta Premium terbagi atas beberapa jarak.

Tarif batas bawah dan atas KA Jayakarta Premium dengan jarak tempuh 0-250 kilometer, ungkapnya, sebesar Rp110.000 dan Rp300.000. Kemudian, tarif batas bawah dan atas sebesar Rp140.000 dan Rp350.000 untuk jarak 251-515 km. Di atas 515 km, tarif batas bawah Rp 180.000, dan tarif batas atas Rp 450.000.

Dia menambahkan, rangkaian KA Jayakarta Premium tersebut memiliki delapan unit kereta premium dengan kapasitas masing-masing kereta 80 tempat duduk dan dua unit kereta untuk penumpang dengan keterbatasan fisik yang memiliki kapasitas masing-masing 64 tempat duduk.

Oleh karena itu, total kapasitas angkut rangkaian KA Jayakarta Premium dalam satu kali perjalanan mencapai 768 tempat duduk.

KA Jayakarta Premium, lanjutnya, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 13.20 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pada pukul 03.47 WIB. Kemudian, kereta tersebut akan kembali berangkat pada pukul 15.00 WIB dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Jakarta dan tiba pada Pukul 05.30 WIB.

Adapun stasiun-stasiun yang akan disinggahi oleh KA Jayakarta Premium yakni Stasiun Jatibarang, Cirebon, Bumiayu, Purwokerto, Randegan, Kroya, Tambak, Karanganyar, Kebumen, Wonosari, Prembun, Kutoarjo, Yogyakarta, Klaten, Solo Balapan, Masaran, Walikukun, Paron, Madiun, Nganjuk, Baron, Kertosono, Jombang, Mojokerto, dan berakhir di Gubeng.

Tag : kereta api
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top