Inilah Trobosan Lotte Mart Antisipasi Penurunan Daya Beli Pelanggan

PT Lotte Mart Indonesia terus melakukan trobosan untuk menjaga loyalitas pelanggan gerai ritelnya, Lotte Hypermart, Lotte Supermarket dan Lotte Grosir, disaat siutasi sekarang daya beli cenderung melemah.
Nurudin Abdullah | 30 September 2017 20:46 WIB
Lotte Mart - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lotte Mart Indonesia terus melakukan terobosan untuk menjaga loyalitas pelanggan gerai ritelnya, Lotte Hypermart, Lotte Supermarket dan Lotte Grosir, pada saat siutasi sekarang daya beli cenderung melemah.

Marketing Director  PT Lotte Mart Indonesia, Evi Lionawan, mengatakan kondisi gerai Lotte Mart seperti perusahaan ritel lainnya yang sekarang ini juga merasakan situasi daya beli yang agak slowdown.

“Untuk menjaga loyalitas pelanggan harus dilakukan yang nomer satu adalah kulitas produk. Kualiats itu yang membuat customer percaya kepada kami, terutama produk fresh food,” katanya menjawab Bisnis.com, Jumat (29/9/2017).

Marketing Director PT Lotte Mart Indonesia, Evi Lionawan./JIBI-Nurudin Abdullah

Lotte Mart Indonesia mengoperasikan 15 gerai Lotte Hypermart dan 2 gerai Lotte Supermarket yang beroperasi di mal serta 28 gerai Lotte Grosir yang stand lone berdiri sebagai pusat perkulakan.

Di menjelaskan loyalitas pelanggan yang Pertama adalah kualitas produk, dan kualitas itulah yang membuat customer percaya kepada Lotte Mart, terutama fresh food yang tidak main-main dalam pemilihannya.

Selanjutnya, strategi yang Kedua yaitu kenyaman gerai ritel yang sangat penting bagi customer dan Ketiga ialah program marketing yang sangat penting dengan beberapa program seperti program poin dan corporate social responsibility.

Menurutnya, program poin tersebut diadakan untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan karena dapat berbelaja dengan lebih hemat yang nilainya semakin besar jika lebih sering berbelanja di Lotte Mart dan tidak pindah-pindah ke ritel lain. 

Sebab, lanjutnya, Lotte Mart sebagai satu-satunya ritel yang menerapkan membership, dan pelanggan bisa belanja lebih hemat, karena ada program poin dengan cash back sebesar 0,5% dari setiap transaksi, tanpa batas minimal belanja.

“Setiap kali pelanggan berbelanja dapat poin 0,5% itu sudah langsung menjadi nominal, di struk belanja tertulis itu sebagai cash backnya. Adapun poin untuk Lotte Grosir lebih kecil hanya 0,01% karena di sana pasar, pusat perkulakan, yang marginnya lebih rendah,” ujarnya.

Evi mengatakan cash back dari poin belanja itu diberikan dalam bentuk nilai rupiah, yang menjadi pemotong dari total nilai belanjanya pada saat berbelanja berikutnya, atau juga bisa untuk program pembelian suatu produk dengan poin.

Tag : ritel, lotte mart
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top