Ini Jasa Kurir dan Pos yang Pernah Ingin IPO Tapi Batal

Jasa kurir dan pos tengah menikmati masa jaya berkat booming e-commerce beberapa tahun terakhir. Namun, hingga hari ini belum ada satupun yang siap go public alias melantai di bursa.
Abdul Rahman | 30 September 2017 06:49 WIB
Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Jasa kurir dan pos tengah menikmati masa jaya berkat booming e-commerce beberapa tahun terakhir. Namun, hingga hari ini belum ada satupun yang siap go public alias melantai di bursa.

Namun sebenarnya perusahaan-perusahaan tersebut bukan tak pernah berniat. Beberapa bahkan pernah hampir menawarkan saham perdananya sebelum dibatalkan.

Berikut perusahaan yang pernah ingin go public tetapi akhirnya mengurungkan niat:

1. JNE

PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE pernah menargetkan initial public offering (IPO) pada 2011 kala Johari Zein menjabat sebagai direktur utama.

Kala itu Johari menargetkan JNE melantai di bursa pada 2015 dengan melepas 20% sahamnya ke publik. Target tersebut kemudian mundur ke 2016. Pada tahun itu, JNE bahkan sudah mengundang beberapa investor strategis yang berminat membeli saham JNE.

Namun, hingga pucuk pimpinan berganti ke Mohamad Feriadi rencana tersebut tak kunjung terwujud. JNE malah kembali fokus pada ekspansi bisnis ke pulau-pulau di luar Jawa seperti Sumatera dan Indonesia Timur.

2. Pos Logistic

Rencana IPO anak usaha PT Pos Indonesia ini sudah muncul sejak 2012. Namun, rencana itu kerap tertunda karena anak usaha PT Pos Indonesia ini harus meningkatkan kapitalisasi perseroan. Hingga hari ini kabar tersebut tak pernah terdengar lagi.

3. Pandu Logistic

Pada 2013 PT Pandu Logistic sempat menjalin kerja sama dengan investor asing bernama Soft Bank Islamic Fund (SBIF). SBIF meminjamkan sejumlah dana kepada Pandu Logistic. Dengan dana tersebut, Pandu Logistic akan mengembangkan bisnisnya hingga kurang lebih tiga tahun kedepan.

Vice President Area and Services Pandu Logistic kala itu, Jimmi Kismiardhi mengatakan, target utama masuknya dana tersebut adalah melantai di bursa pada 2015. Namun sampai hari ini rencana tersebut tak pernah terealisasi.

Zaroni, konsultan senior Supply Chain Indonesia mengatakan, belum ada perusahaan logistik, kurir dan pos yang IPO karena belum memahami tata cara atau prosedur untuk mendapatkan tambahan modal ekuitas dari publik.

"Bayangan mereka masuk bursa itu hanya perusahaan-perusahaan skala besar dengan cakupan bisnis nasional atau bahkan global, " katanya kepada Bisnis, Jumat (29/9/2017).

Tag : jne
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top