Aston Martin Rilis Kapal Selam Seharga Rp53 Miliar

Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Aston Martiin merilis kapal selam dengan perkiraan banderol US$4 juta atau Rp53 miliar. Rencananya, Aston Martin bakal memproduksi kapal selam tak lebih dari selusin per tahun.
Rivki Maulana | 30 September 2017 16:10 WIB
Fasilitas produksi Aston Martin di St. Athan Wales. - twitter

Bisnis.com, JAKARTA -- Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Aston Martiin merilis kapal selam dengan perkiraan banderol US$4 juta atau Rp53 miliar. Rencananya, Aston Martin bakal memproduksi kapal selam tak lebih dari selusin per tahun.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (30/9/2017), kapal selam besutan Aston Martin diperkenalkan pertama kali dalam ajang Monaco Yacth Show dengan tajuk Proyek Neptunus. Kendaraan bawah air ini bisa ditumpangi tiga penumpang dengan kecepatan 3,5 knot.

Aston Martin memperkirakan, Neptunus bisa mulai dibeli dalam setahun ke depan dengan perkiraan harga US$4 juta atau Rp53 miliar per unit. Marek Reichman, Chief Creative Officer Aston Martin mengatakan harga Neptunus setara 20 kali banderol mobil terbaru keluaran Aston Martin, DB11 V8 yang dihargai US$200.000

Reichman mengatakan, Aston Martin bakal memproduksi Neptunus dalam jumlah sangat terbatas, tak lebih dari 12 unit dalam setahun. "Jika Anda berpikir tentang Aston Martin, kami adalah merek eksklusif. Dalam 100 tahun, kami hanya membuat 80.000 mobil,"ujarnya.

Untuk membesut Neptunus, Aston Martin tak berkeja sendirian. Perusahaan asal Inggris ini berkolaborasi dengan perusahaan pembuat kendaraan bawah air yang berbasis di Florida, Triton Submarines. Triton memproduksi kapal selam mewah lebih dari satu dekade.

Sementara itu, Neptunus diadaptasi dari model Triton's Low Profile yang dirancang khusus untuk superyacht. Bobot Neptunus hanya 8.800 pound atau hampir 4 ton denga tinggi an tinggi 5,9 kaki atau 17,9 meter. Neptunus dirancang mampu menyelam hingga 1.650 kaki dengan kecepatan 3 knot atau 3,5 mil per jam.

 

Tag : Aston Martin
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top