World Bank: Harga Minyak Diperkirakan Naik Jadi US$56 per Barel di 2018

World Bank memperkirakan harga minyak mentah menyentuh US$56 per barel pada 2018 akibat naiknya permintaan dan berlanjutnya komitmen pemangkasan produksi.
Duwi Setiya Ariyanti | 30 Oktober 2017 17:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--World Bank memperkirakan harga minyak mentah menyentuh US$56 per barel pada 2018 akibat naiknya permintaan dan berlanjutnya komitmen pemangkasan produksi.

Dikutip dari keterangan resminya, Senin (30/10/2017), untuk harga komoditas energi yakni minyak mentah dan batu bara naik 4% pada 2018. Smentara itu, diproyeksikan harga gas alam naik 3%

Ekonom Senior World Bank John Baffes mengatakan harga energi mulai pulih karena mulai naiknya permintaan di tengah turunnya pasokan. Kendati demikian, untuk minyak, dia menyebut masih perlu melihat komitmen produsen minyak apakah akan melanjutkan pemangkasan produksi.

"Harga energi mulai pulih akibat permintaan yang stabil dan turunnya pasokan. Namun hal ini akan banyak tergantung pada apakah produsen minyak tetap berupaya melanjutkan penurunan produksi," ujarnya.

Dikutip dari Commodity Market Outlook 2018 yang dirilis Kamis (26/10/2017), naiknya perkiraan harga minyak tergantung beberapa hal. Pertama, tingginya permintaan minyak dan turunnya stok. Kedua, komitmen anggota organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan non-OPEC untuk mengurangi produksi.

Di sisi lain, masih ada risiko geopolitik terhadap negara-negara produsen minyak seperti Libya, Nigeria dan Venezuela dan negara transit seperti di utara Irak.

Dari sisi para produsen minyak dari OPEC dan non-OPEC, disebutkan bahwa masih ada risiko bila negara-negara tersebut tak berkomitmen mengurangi produksi. Pada saat yang bersamaan, produksi shale oil Amerika Serikat masih berpeluang naik dari penerapan kebijakan pajak rendah.

Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rata-rata harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) untuk September 2017 sebesar US$52,47 per barel. Sejak awal tahun, ICP berada di kisaran US$43 hingga US$51 per barel.

Pada Januari, US$51,88 per barel. Kemudian, Februari US$52,5 per barel, Maret turun menjadi US$48,71 per barel, April US$49,56 per barel, Mei US$47,09 per barel dan Juni US$43,66 per barel.

Di medio 2017, harga minyak masih di kisaran US$40 per barel dengan US$45,48 per barel di Juli 2017 dan Agustus sebesar US$48,43 per barel. Mengacu pada asumsi makro 2018, ICP ditetapkan US$48 per barel.

Tag : Harga Minyak, bank dunia
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top