Volume Kereta Barang Akhir 2017 Diprediksi 39,96 Juta Ton

PT Kereta Api Indonesia memperkirakan volume angkutan kereta barang pada akhir tahun ini mencapai 39,96 juta ton atau naik 23%.
Yudi Supriyanto | 08 November 2017 20:37 WIB
PT KAI menggenjot usaha angkutan batu bara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia memperkirakan volume angkutan kereta barang pada akhir tahun ini mencapai 39,96 juta ton atau naik 23% dibandingkan dengan sepanjang 2016 yang 32,49 juta ton.

Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Direktur Komersial dan Teknologi Informasi (TI) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Eko Martono mengatakan volume angkutan kereta barang hingga akhir tahun ini diperkirakan tumbuh 22%-23% dibandingkan dengan 2016.

Menurut dia pada Rabu (8/11/2017), dia menjelaskan pertumbuhan itu disebabkan ada penambahan mitra baru dan jumlah hasil produksi mitra eksisting yang diangkut dengan kereta barang.

Namun, dia tak bersedia menyebutkan contoh mitra baru tahun ini. Akan tetapi, dia memerinci barang-barang yang jumlahnya meningkat diangkut oleh kereta barang antara lain batu bara, semen, dan kontainer.

Terkait dengan volume angkutan penumpang pada akhir tahun ini, Bambang mengungkapkan kemungkinan mencapai 387,54 juta penumpang atau naik 10% dibandingkan dengan 2016 yang 352,31 juta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan pihaknya berharap laba bersih perusahaan pada akhir tahun ini naik 10%-15% dibandingkan dengan laba bersih 2016.

Dia berharap laba bersih berada di kisaran Rp1,2 triliun - Rp1,3 triliun pada akhir 2017 setelah laba bersih pada akhir 2016 sekitar Rp1,02 triliun.

Peningkatan laba bersih perusahaan pada akhir tahun, ungkapnya, karena secara prinsip tahun ini banyak angkutan barang, terutama di Sumatra Selatan. Jumlah angkutan penumpang tahun ini juga tumbuh.

“Secara prinsip pada 2017 ini banyak angkutan barang, utamanya di Sumsel. Juga ada penambahan sedikit untuk angkutan penumpang. Angkutan penumpangnya sedang naik bagus,” kata Edi.

Tag : pt kai
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top