LAPORAN DARI MANILA: Kontribusi Pertanian di Asean Menyusut

Kontribusi sektor pertanian dan tanaman pangan bagi perekonomian di Asean, terus mengalami pelemahan akibat masalah di berbagai bidang.
Arif Gunawan | 14 November 2017 11:19 WIB

Bisnis.com, MANILA – Kontribusi sektor pertanian dan tanaman pangan bagi perekonomian di Asean, terus mengalami pelemahan akibat masalah di berbagai bidang.

Pakar pertanian dan tanaman pangan dari Nanyang Technological University Singapura, Paul Teng mengatakan kondisi sektor pertanian dan tanaman di Asean menghadapi berbagai tantangan.

"Salah satunya dilihat dari kontribusi pertanian untuk GDP negara-negara Asean yang terus merosot karena berbagai masalah," katanya dalam Plant Science Primer 2017 Croplife Asia, Manila Filipina, Selasa (14/11/2017).

Dia menjelaskan, kondisi pertanian dan tanaman pangan di Asean saat ini, terjadi segmentasi lahan pertanian dan perkebunan yang kian massif. Lalu peruntukan lahan untuk non pertanian serta kompetisi mendapatkan pasokan air bersih dan pekerja pertanian kian berat.

Negara-negara Asean juga saat ini sangat bergantung pada impor dari daerah di luar Asia, untuk memenuhi kebutuhan makanan hewan dan gandum.

Data Asian Development Bank (ADB) 2016 menunjukkan untuk Indonesia misalnya, kontribusi pertanian untuk GDP hanya sebesar 14% atau melemah dari 1990 silam yang mencapai 17,55%.

"Meski pertanian menjadi sektor yang memberikan dampak nilai besar, dan masih memberikan ruang pekerjaan besar bagi banyak orang di Asean, kondisinya memang kontribusi pertanian di negara-negara Asean terus merosot," katanya.

Adapun untuk mengatasi masalah itu, Croplife Asia mendorong pemanfaatan dan penerapan teknologi, serta pestidida yang tepat dan aman bagi pengelolaan pertanian.

Tag : pertanian
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top