Luhut: Tanpa Sawit Jutaan Petani Bakal Menganggur, Terorisme Subur

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan akan berkeliling Uni Eropa untuk mengampanyekan pentingnya kelapa sawit. Jika komoditas itu terus ditekan, jutaan petani akan menganggur dan berpotensi menyuburkan terorisme.
Sri Mas Sari | 15 November 2017 19:47 WIB
Petani panen sawit. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan akan berkeliling Uni Eropa untuk mengampanyekan pentingnya kelapa sawit. Jika komoditas itu terus ditekan, jutaan petani akan menganggur dan berpotensi menyuburkan terorisme.

“Dalam upaya meningkatkan kesejahteraaan masyarakat selain pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu penyebab suburnya radikalisme, kami saat ini juga sedang meningkatkan produksi dan ekspor kelapa sawit untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sekitar 20 juta petani plasma sawit dan keluarganya," ujar Luhut dalam siaran pers, Rabu (15/11/2017).

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat bertemu dengan 15 pimpinan perusahaan besar Belanda yang berinvestasi di Indonesia, di Den Haag, pekan ini. Menurut dia, isu keamanan bahaya terorisme sejauh ini masih bisa dikendalikan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegah bertumbuhnya radikalisme, maka pemerintah dengan serius siap mengurangi angka kemiskinan.

Sekalipun patut bergembira karena penilaian dari badan-badan internasional tentang situasi perekonomian dan investasi di Indonesia, mantan Menkopolhukkam itu berpendapat perbaikan-perbaikan masih perlu dilakukan.

“Kami menyadari masih banyak yang harus dibenahi, seperti memberantas kemiskinan, terutama yang sedang kami tangani saat ini di bagian selatan Pulau Jawa. Kami juga sedang fokus pada pembangunan untuk pendidikan, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kesetaraan masyarakat," ujarnya.

Dia menuturkan, pendidikan yang dibutuhkan saat ini adalah pendidikan keterampilan yang siap kerja di bidang industri. Luhut mengatakan pemerintah mulai mengurangi izin ekspor bahan mentah dan mendorong industri untuk mengolah produknya di dalam negeri sebelum mengekspor sehingga bernilai tambah.

Belanda mencatat perdagangan bilateral antara kedua negara pada 2016 bernilai 3,4 miliar euro. Nilai impor Negeri Kincir Angin dari Indonesia 2,4 miliar euro, sedangkan nilai ekspor ke Indonesia hampir 1 miliar euro. Tahun lalu, investasi perusahaan Belanda di Indonesia bernilai hampir 2 miliar euro.

Tag : sawit, Luhut Pandjaitan
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top