Banyak Pengusaha Internasional Ingin Impor Ikan dari Perindo

Perum Perikanan Indonesia (Perindo) mengaku banyak pengusaha internasional yang berminat mengimpor ikan dari perusahaan pelat merah itu.
Sri Mas Sari | 01 Desember 2017 09:42 WIB
Hasil tangkapan nelayan Teluk Jakarta berupa aneka ikan laut dan kepiting rajungan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perum Perikanan Indonesia (Perindo) mengaku banyak pengusaha internasional yang berminat mengimpor ikan dari perusahaan pelat merah itu.

Direktur Usaha Perum Perindo Risyanto Suanda mengatakan perusahaan hari ini mengekspor 35 ton olahan cumi, ikan mahi-mahi, kakap, dan kerapu ke Amerika Serikat. Produk senilai US$410.000 merupakan hasil olahan Perindo dan PT Kemilau Bintang Timur (KBT) di Cirebon.

Minat juga ditunjukkan oleh President Director Arrowac Fisheries, Inc. Frank M. Mercher, yang pekan lalu berkunjung ke Perindo. Pimpinan perusahaan perikanan yang berpusat di Seattle, AS, itu berminat untuk mengimpor olahan ikan-ikan demersal, seperti gulama, kuro, dan kakap putih.

Sebelumnya juga datang pengusaha dari China yang berminat membeli ikan layur 30.000 ton. Pekan ini, mitra Perindo di Sorong juga menyampaikan akan datang pengusaha dari Thailand yang juga siap mengimpor rutin produk Perindo.

"Pasar ekspor jadi salah satu pilihan kami karena memang ada permintaan cukup besar, khususnya untuk produk yang sudah berupa olahan dan ikan-ikan jenis premium," kata Risyanto, Kamis (30/11/2017).

Memenuhi permintaan impor produk olahan itu, Perindo a.l. mengandalkan kerja sama dengan berbagai mitra, a.l. nelayan-nelayan dari pantai utara Jawa yang dengan jaminan pembelian ikan dari Perindo makin banyak yang beroperasi di Laut Arafura. Adapun untuk proses olahan, Perindo bekerja sama dengan beberapa perusahaan nasional ternama, seperti PT Indoboga Jaya Makmur dan PT Kemilau Bintang Timur.

Selain olahan ikan demersal, Perindo bersama mitra kerja juga rutin mengekspor olahan ikan pelagis, seperti tuna dan cakalang, ke Jepang dan AS. Ikan-ikan itu berasal dari Maluku Utara dan Papua yang diolah secara bersama oleh Perindo dan mitra, antara lain PT Tuna Kieraha Utama, CV Santo Alvin Pratama (keduanya di Ternate), PT SinarLema (Sorong) dan PTDelta Pacific Indotuna (Bitung). Ikan yang diolah a.l. berasal dari tangkapan nelayan yang dikumpulkan oleh dua kapal penampung Perindo, yakni KM Perindo Jaya dan KM Setia Utama.

Kerja sama dengan nelayan dan pengusaha nasional itu mampu meningkatkan pendapatan Perindodari sektor perdagangan dan pengolahan Ikan. Pada 2016, pendapatan perusahaan dari sektor itu tercatat Rp150 miliar dan tahun ini diperkirakan naik hampir tiga kali lipat menjadi lebih dari Rp 400 miliar.

Peningkatan pendapatan dari perdagangan dan pengolahan ikan ini membuat pendapatan perusahaan tumbuh diproyeksi hampir tiga kali lipat, yakni dari Rp225 miliar pada 2016 menjadi Rp650 miliar pada akhir 2017.

Tag : ekspor ikan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top