Buka Kelas Ilmu Data, Algoritma Bakal Rekrut 10 Instruktur

Algoritma, perusahaan rintisan teknologi, berkomitmen untuk merekrut setidaknya 10 instruktur dengan latar belakang pendidikan data scientist dalam setahun ke depan.
Amanda Kusumawardhani | 05 Desember 2017 16:25 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA—Algoritma, perusahaan rintisan teknologi, berkomitmen untuk merekrut setidaknya 10 instruktur dengan latar belakang pendidikan data scientist dalam setahun ke depan.

Kebutuhan instruktur data scientist untuk menunjang kelas akademik data science (ilmu data) yang rencananya dibuka per Januari 2018. Kelas tersebut dibuka untuk pertama kalinya dengan maksimal peserta sebanyak 20 orang dengan lama pengajaran selama 6 bulan.

“Kami hanya memiliki instruktur sebanyak 3, termasuk pendiri Algoritma, yakni Samuel Chan. Sumber daya data scientist di Indonesia sangat sedikit sedangkan kebutuhannya sangat besar,” kata Nayoko Wicaksono, Co-founder Algoritma, di Jakarta, Selasa (5/12).

Menurutnya, ilmu data sendiri merupakan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memperoleh data, menganalisasinya, sampai melaporkan hasil data agar dapat ditampilkan dalam bentuk matrik bisnis. Nantinya, matrik bisnis ini dapat menggambarkan perilaku konsumen, bahkan bisa memprediksi tren yang akan terjadi ke depan.

Di era teknologi saat ini, kebutuhan big data untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan kinerja bisnis sangat besar. Untuk itu, dengan banyaknya suplai data yang ada, dia mengungkapkan perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang bisa menganalisis data secara spesifik dan tepat sasaran.

“Sebelum memutuskan untuk membuka kelas akademik ilmu data ini, Algoritma sudah konsisten melakukan serangkaian workshop untuk perusahaan di Indonesia. Hasilnya, kami menemukan minat yang sangat tinggi terkait bidang ilmu ini,” tuturnya.

Rendahnya ketersediaan data scientist di Indonesia, bahkan dinilainya memacu persaingan bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber daya manusia dengan spesifikasi ini. Untuk level pemula, gaji data scientist bahkan bisa mulai dari Rp15 juta-Rp20 juta, sedangkan untuk pengalaman di atas 5 tahun bisa di atas Rp25 juta.

Sejak Juli-November 2017, Algoritma sudah melakukan sejumlah pelatihan dan workshop dengan jumlah lulusan mencapai 175 siswa yang merupakan gabungan dari spesifikasi visualisasi data dan machine learning.

Khusus untuk kelas ilmu data yang akan dimulai pada Januari 2018, setiap peserta akan dikenai biaya Rp35 juta. Kelas tersebut juga menjanjikan jenjang karir karena lulusannya akan segera dihubungkan dengan klien-klien perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Algoritma.

“Lulusan tidak diberi sertifikat tetapi rekomendasi dari Algoritma yang akan berguna ketika akan melamar pekerjaan ke perusahaan-perusahaan klien kami. Proses seleksi juga diutamakan bagi siswa yang memiliki latar belakang matematika, statistik, ilmu komputer, dan bisnis,” tekannya.

Adapun konten silabus dalam kelas data science adalah visualisasi data, exploratory data analysis, analisis teks dan text mining, programming language dan data science tooling, machine learning regression, dan machine learning classification.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, mengungkapkan di era digital saat ini, semua orang mengumpulkan data. Sayangnya, data yang banyak tersebut diakuinya masih belum memiliki banyak manfaat karena terbatasnya sumber daya manusia yang mampu mengolah data tersebut.

“Digitalisasi memang bersifat disruptif yang artinya memangkas pekerjaan yang ada pada masa ini, tetapi dengan adanya digitalisasi seharusnya bisa menciptakan pekerjaan baru. Contohnya adalah data scientist,” tambahnya.

Riset dari MGI and McKinsey's Business Technology Office bahkan memperkirakan adanya kekurangan suplai sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan keuntungan big data. Khusus untuk Amerika Serikat, negara ini diprediksi akan mengalami kekurangan sumber daya manusia dengan spesifikasi data scientist mencapai 140.000-190.000 hingga 2018.

 

Tag : matematika
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top