Target Harbolnas 2017 Rp4 Triliun

Achmad Alkatiri, Ketua Panitia Harbolnas 2017 mengatakan target transaksi untuk Harbolnas 2017 ini berbeda untuk masing-masing platform e-commerce.
Agne Yasa | 07 Desember 2017 10:46 WIB
Country General Manager Shopback Indonesia Indra Yonathan (kedua kanan), menjawab pertanyaan didampingi Head of Sales South East Asia Inmobi Prashant Choudhary, Head of Xiaomi South Pacific Region dan Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi, dan VP Business Merchant DOKU Rizki Siwu, pada konferensi pers Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 di Jakarta, Rabu (6/12). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Hari Belanja Online Nasional akan digelar pekan depan (12/12/2017). Industri e-commerce menargetkan transaksi Rp4 triliun pada pesta diskon tahun ini.

Achmad Alkatiri, Ketua Panitia Harbolnas 2017 mengatakan target transaksi untuk Harbolnas 2017 ini berbeda untuk masing-masing platform e-commerce.

Namun, untuk target Harbolnas 2017 yang penyelengaraannya satu hari saja, pihaknya menargetkan 50% lebih tinggi dari tahun lalu. Adapun pada 2016, Harbolnas digelar selama tiga hari.

“Tahun ini Harbolnas cuma satu hari tapi harinya bagus, tidak di long weekend seperti tahun lalu,” katanya, Rabu (6/12).  

Survei Nielsen mencatat Gross Merchandise Value (GMV) pada Harbolnas 2016 sekitar Rp3,3 triliun ini bertambah sekitar Rp1,2 triliun dibandingkan dengan 2015 yang penjualannya mencapai 3,9 kali dari penjualan hari-hari biasa.

Dia menambahkan tahun ini platform e-commerce peserta Harbolnas meningkat dari 211 menjadi 254 atau ada kenaikan 43 platform dari tahun lalu.

Untuk pembayaran, bank transfer masih menjadi pilihan, kemudian diikuit oleh pembayaran tunai dan melalui gerai minimarket.

Credit card akan sedikit naik karena promo banyak dari bank, tapi COD, convenience store akan besar,” katanya.

Adapun tema Harbolnas 2017 memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang ingin meningkatkan kesadaran terkait belanja daring.

Menurutnya tahun ini, tingkat kesadaran belanja online sudah meningkat dan saat ini pihaknya menargetkan tahap selanjutnya, yaitu mendorong  Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk go-digital untuk pemerataan ekonomi digital di seluruh Indonesia dan bisa menjangkau kota-kota kedua dan kecil di seluruh Indonesia.

Tag : e-commerce
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top