Go-Send Tambah 12.000 Pedagang Baru per Bulan

Sejauh ini, sudah ada 200.000 penjual yang pernah memakai layanan Go-Send lewat platform dagang-el.hun.
Agne Yasa | 07 Desember 2017 10:58 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad (kanan) dan CEO & Founder GO-JEK Nadiem Makarim berbincang usai penandatanganan kerja sama dengan tiga bank nasional, antara lain BTN, PermataBank Syariah, dan BNI Syariah di Jakarta, Selasa (9/5). - JIBI/Nurul Hidayat

JAKARTA – Kepopuleran transaksi daring mendorong perkembangan layanan kurir on-demand. Go-Send, salah satu unit usaha Go-Jek, digunakan oleh 12.000 penjual online setiap bulan.

Layanan pengiriman dalam aplikasi Go-Jek sudah tersedia selama 3 tahun, namun layanan Go-Send yang terintegrasi dengan platform dagang-el baru beroperasi sekitar 1,5 tahun.

Pingkan Irwin, Marketing VP Go-Jek, mengatakan jumlah pengiriman lewat Go-Send trennya terus meningkat setiap bulan.

Sejauh ini, sudah ada 200.000 penjual yang pernah memakai layanan Go-Send lewat platform dagang-el. Setiap bulan, ada sekitar 12.000 penjual baru yang mengirim barang pesanan menggunakan Go-Send.

Sejauh ini, para penjual yang banyak menggunakan layanan Go-Send dominan di wilayah Jakarta. Hal ini menurutnya juga berdasarkan kebutuhan yang ada.

“Sejauh ini responsnya sangat positif. Berpatner dengan e-commerce ini supaya kami bisa membantu para merchant juga” katanya, Rabu (6/12/2017).

Melalui layanan Go-Send, Go-Jek menawarkan pengiriman cepat pada hari yang sama, asuransi, dan layanan pelanggan. Semua fitur tersebut didesain untuk membantu penjual meningkatkan layanan serta mendapatkan pembayaran lebih cepat. 

Saat ini, Go-Jek tersedia di 50 kota dengan 600.000 mitra pengemudi yang dapat menerima layanan Go-Send. Namun, untuk layanan Same Day di Go-Send terdapat pengemudi khusus pengiriman.

Dalam 1 bulan terakhir, pihak Go-Jek juga telah membuka rekrutmen untuk pengemudi khusus Go-Send. Pengemudi ini fokus mengantarkan paket khusus untuk dagang-el dengan jumlah pengiriman per hari maksimal 8 paket.

 “Mudah-mudahan dengan sistem yang ada, harusnya layanan sudah mencukupi dan melayani pelanggan dengan baik,” katanya. 

Dia mengatakan ke depan Go-Jek akan terus melakukan ekspansi untuk layanan kurir instan di kota-kota lainnya di Indonesia. Sama dengan layanan Go-Jek lainnya, pengemudi bebas mengambil ordernya dengan tarif yang sudah ditentukan.

Menjelang Harbolnas 2017, Go-Jek menyiapkan beberapa hal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, seperti melakukan pemberitahuan pada pengemudi terlebih dahulu dan terus memonitor permintaan dari mitra e-commerce. Dia mengungkapkan Go-Jek baru kali ini pertama terlibat dalam Harbolnas 2017 sebagai mitra pengiriman. 

“Harapannya agar semua UMKM di partner e-commerce yang sudah terintegrasi bisa mengaktifkan layanan Go-Send supaya bisa merasakan kemudahan,” katanya.

Tag : Go-Jek
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top