Tangsel Tawarkan Kemudahan Perizinan Bagi IKM

Pelaku industri kecil dan menengah di Tangerang Selatan, menyambut positif kebijakan Pemerintha Kota Tangsel memberikan kemudahan proses pengurusan izin edar, halal food dan hak atas kekayaan intelektual (Haki).
Nurudin Abdullah | 07 Desember 2017 21:42 WIB
Perajin miniatur menyelesaikan pembuatan miniatur kapal di Kabupaten Tangerang, Banten.Ilustrasi. - Antara/Fajrin Raharjo

Bisnis.com, TANGSEL- Pelaku industri kecil dan menengah di Tangerang Selatan, menyambut positif kebijakan Pemerintah Kota Tangsel memberikan kemudahan proses pengurusan izin edar, halal food dan hak atas kekayaan intelektual (Haki).

Subandono, pengusaha IKM Ciputat Timur, Tangsel, mengatakan kemudahan yang diberikan itu akan dimanfaatkan bersama rekan sesama bisnisnya, termasuk yang menggarap pasar di lingkungan kampus perguruan tinggi.

“Proses perizinan yang belum mudah itulah yang menjadi alasan banyak pengusaha skala kecil  tidak mengurus perizinan untuk produknya. Terpenting aman dikonsumsi, ya dijual saja,” katanya, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, kemudahan perizinan usaha yang dijanjikan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel itu hendaknya benar-benar direalisasikan. Bukan hanya retorikan pejabat yang tidak dilaksanakan para stafnya. 

Sebelumnya, Ferry Payacun, Kapala Bidang Industri Disperindag Tangsel, menyatakan dalam upaya memajukan industri IKM, pihaknya memberikan kemudahan proses pengurusan izin edar, halal food dan Haki.

“Kami serius dalam upaya memajukan industri kecil dan menengah di Tangsel. Kami memudahkan perizinan terkait usaha mereka,” ujarnya.

Dia mengungkapkan dinas sejak 2013 sudah fokus memudahkan proses izin edar, halal food dan Haki sehingga ada sekitar 100 industri yang telah memanfaatkan kemudahan yang diberikannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Tangsel, Judianto, mengatakan Pemkot Tangsel akan memetakan pusat industri dan ekonomi kreatif yang akan dikembangkan menjadi sentra oleh-oleh khas Tangsel.

Sentra industri dan ekonomi kreatif itu, lanjutnya, di antaranya meliputi daerah pusat pembuatan dodol cilenggang, sagon bakar, tahu serpong, kacang sangrai dan batik.

“Nantinya akan dipilih salah satu dari destinasi pariwisata itu menjadi pusat oleh-oleh khas Tangsel dan untuk itu tidak perlu membangun tempat yang baru,” katanya.

Menurutnya, untuk mewujudkan pusat oleh-oleh khas Tangsel itu tidak harus membangun tempat yang benar-benar baru. Namun, cukup menjadikan salah satu dari destinasi pariwisata yang sudah ada.

Tag : ikm
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top