15 Bus Uji Coba Lajur Khusus Angkutan Umum di Tol Cikampek–Jakarta

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan uji coba selama tiga hari tersebut bertujuan untuk melakukan simulasi jika lajur khusus angkutan umum di jalan tol CikampekJakarta telah siap.
Yudi Supriyanto | 07 Desember 2017 17:22 WIB
Kepdatan di jalan tol Jakarta-Cikampek pada Senin (4/9/2017). - Antara/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek bersama dengan Korps Lalu Lintas, PT Jasa Marga, Pemerintah Kota Bogor, dan operator bus melakukan uji coba lajur khusus di jalan tol Cikampek – Jakarta dari 6 – 8 Desember 2017 dengan memberangkatkan 15 bus beriringan.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan uji coba selama tiga hari tersebut bertujuan untuk melakukan simulasi jika lajur khusus angkutan umum di jalan tol Cikampek–Jakarta telah siap.

Menurutnya, lajur khusus angkutan umum yang ada di ruas jalan tol Cikampek – Jakarta hanya akan diisi oleh bus atau angkutan umum lainnya.

“Selain itu, uji coba bersama penggunaan lajur khusus ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa akan ada lajur khusus yang memang dedicated untuk angkutan umum. Jadi, mobil pribadi dan mobil lainnya tidak boleh masuk di jalur tersebut,” kata Bambang dalam siaran pers, Kamis (7/12).

Dia menjelaskan, uji coba dengan melakukan simulasi berjalan beriringan di tol pada lajur 1 di awali dengan pemberangkatan bus dari Botani Square dan dari Terminal Baranangsiang pada Pukul 06.00 WIB.

Kemudian, 15 bus tersebut bertemu di gerbang tol Bogor pada pukul 06.5 WIB. Bus-bus yang akan berjalan beriringan, lanjutnya dikawal oleh mobil patroli kepolisian dan mobil operasional Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, angkutan umum lainnya yang sedang berada di jalan tol juga bisa bergabung dalam iring-iringan untuk menggunakan jalur khusus angkutan umum tersebut dalam uji coba.

Dia menuturkan, Dinas Perhubungan Kota Bogor akan mengkoordinasikan bus-bus dari wilayah lain agar bisa bergabung untuk menggunakan lajur khusus angkutan umum dengan pengawalan dari kepolisian dan BPTJ.

“Dipersilahkan kepada seluruh angkutan umum yang bertemu di tol untuk bergabung dalam iring-iringan tersebut. Dinas Perhubungan Kota Bogor akan mengkoordinasikan bus-bus dari wilayah lain untuk bisa bergabung dalam iringan bus pada saat pengawalan,” katanya.

Adapun bus-bus yang akan bergabung dalam uji coba tersebut antara lain 2 bus DAMRI di Botani Squre, 3 bus reguler dari Terminal Baranangsiang, 1 bus Sinar Jaya dari Ciawi.

Kemudian, 3 unit bus Anugrah dari Ciawi, 4 bus Sinar Jaya dari Bubulak melalui Sentul Selatan, 1 unit bus DAMRI dari Sentul Selatan, dan 1 bus DAMRI dari Cibinong melalui Sentul Sirkuit.

Untuk diketahui, penyiapan lajur khusus angkutan umum merupakan salah satu strategi BPTJ dalam mengatasi kemacetan yang ada di Jabodetabek.

Sebelumnya, Bambang mengatakan, berdasarkan perhitungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kerugian akibat kemacetan di wilayah Jabodetabek mencapai Rp100 triliun per tahun.

Tag : tol jakarta-cikampek
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top