Terminal 4 Soetta, AP II Targetkan DED Selesai 2019

PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan detail engineering design (DED) pembangunan terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta selesai pada 2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 07 Desember 2017 18:59 WIB
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, TANGERANG - PT Angkasa Pura II (Persero) menargetkan detail engineering design (DED) pembangunan terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta selesai pada 2019.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan tahun depan perseroan mulai fokus menyusun rancangan terminal 4.

"2018 fokus mencari bentuk, dan akan laporkan ke regulator [Kementerian Perhubungan] untuk approval dengan rencana 2019 DED sudah selesai," ungkapnya.

Adapun beberapa tahapan yang dilakukan adalah membebaskan lahan di area kargo Soewarna. Alasannya karena AP II juga sudah menyiapkan kawasan khusus baru untuk kargo, yakni cargo village yang dikelola oleh anak usaha AP II, yakni Angkasa Pura Kargo.

Beberapa pengembangan lain yang sedang dilakukan oleh AP II adalah digitalisasi bandara, salah satunya dengan mengintegrasikan semua layanan check otomatis dalam satu mesin self-check in.

Saat ini ada 38 unit mesin self check-in yang beroperasi di Terminal 3 untuk melayani penumpang Garuda Indonesia. Ada pula 12 unit self check-in di Terminal 1 C untuk penumpang Garuda Indonesia dan Batik Air. Nantinya menyusul maskapai lainnya terintegrasi dalam sistem tersebut.

AP II menghabiskan investasi untuk soft infrastructure senilai Rp200 miliar tahun ini. Ke depannya, AP II akan menghabiskan investasi untuk soft infrastructure ini sekitar Rp300 miliar sampai Rp500 miliar.

Selain investasi untuk soft infrastructure, AP II yang mengajukan belanja modal sebesar Rp12 triliun tahun depan ini juga masih akan fokus membangun runway dan taxiway. Rencananya, runway ketiga akan dimulai tahun depan.

Pembangunan runway diprediksi bisa mulai pada triwulan kedua 2018 dan selesai dalam proses pengerjaan selama 18 bulan. Saat ini, AP II masih mengalami kendala pembebasan lahan.

"Totalnya ada 3100 bidang lahan. Ini sedang proses akuisis, dan baru selesai total 32% sampai 34%. Masih ada dua desa yang cukup besar sedang dalam proses," tutur Awaluddin.

Total kebutuhan AP II sampai 2022 diprediksi mencapai Rp95 triliun dengan porsi 60% sampai 70% untuk strategic investment.

Beberapa proyek yang masuk dalam strategic investment adalah pembangunan runway, taxiway, dan apron. Nominal strategic investment ini diperkirakan oleh Awaluddin sekitar Rp69 triliun.

Tag : bandara soekarno-hatta, angkasa pura ii
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top