Jelang Libur Akhir Tahun, Distribusi Daging Diawasi

Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi daging sapi guna mengantisipasi kenaikan harga.
Azizah Nur Alfi | 07 Desember 2017 10:39 WIB
Ilustrasi daging beku - Reuters/Maxim Zmeyev

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi daging sapi guna mengantisipasi kenaikan harga.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk mengantisipasi penimbuhan bahan pokok termasuk diantaranya daging sapi, jelang perayaan hari besar keagamaan dan pergantian tahun.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (7/12/2017), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan pemerintah melakukan antisipasi kenaikan harga di tingkat pedagang dan pengecer jelang hari besar keagamaan. Untuk itu, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi.

Pengawasan distribusi khususnya dilakukan ke delapan provinsi yang merayakan Natal yakni, Papua, Papua Barat, Maluku, Sulut, Sumut, NTT, Kalbar. Serta dua provinsi terdampak erupsi Gunung Agung yakni Bali dan NTB.

Dia mengatakan dengan ketersediaan daging yang cukup, maka harga daging sapi akan stabil pada hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Rata-rata harga daging sapi per 4 Desember 2017 di daerah tersebut stabil sekitar Rp105.000 per kg. Adapun, harga daging beku telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan melalui harga acuan penjualan di konsumen sebesar Rp80.000 per kg.

Dia menyampaikan ada dua macam daging yang beredar di masyarakat yakni daging segar dan daging beku yang harganya berbeda-beda tergantung dari jenis dan potongan daging sekitar Rp65.000 - Rp120.000 per kg.

“Preferensi konsumen terhadap daging saat ini masih ke daging segar. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging segar (hot carcass) dari sapi lokal”, ungkapnya.

Tag : daging sapi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top