Perusahaan Unicorn Bisa Lebih dari Lima Pada 2019

Pemerintah optimistis target lima perusahaan rintisan teknologi yang menjadi unicorn di Indonesia dapat tercapai pada 2019, bahkan berpotensi melampaui.
Agne Yasa | 08 Desember 2017 16:24 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara - Antara/Tommy Saputra

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah optimistis target lima perusahaan rintisan teknologi yang menjadi unicorn di Indonesia dapat tercapai pada 2019, bahkan berpotensi melampaui.

Unicorn merupakan tahapan dimana perusahaan rintisan telah memiliki valuasi US$1 miliar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan hal ini melihat kondisi dan potensi yang ada saat ini dimana Indonesia pada 2017  memiliki empat unicorn yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

"Belum tahu, kami tidak bisa memastikan unicorn itu ada berapa tapi saya yakin lebih dari lima jadinya," katanya, Jumat (8/12/2017).

Namun, dia mengatakan berapa jumlah pastinya tidak dapat dipastikan karena faktornya tergantung transaksi atau investasi yang terjadi.

"Yang pemerintah bisa lakukan adalah memberikan iklim yang kondusif atas investasi," katanya.

Dia mencontohkan terkait aturan Daftar Negatif Investasi (DNI), pemerintah juga mengubah sehingga investasi bisa cepat masuk.

"Unicorn cepat kan sejak DNI direvisi 2016," katanya.

Dari jumlah perusahaan rintisan yang berhasil menjadi unicorn di Asia Tenggara, mayoritas berasal dari Indonesia, beberapa juga memiliki pasar di Tanah Air.

Dia menambahkan melalui program Nexticorn atau The Next Indonesian Unicorns menjadi langkah berikutnya untuk menampilkan Indonesia berikut startup-startup-nya, kepada para investor global dan nasional agar startup dapat memperoleh pendanaan (funding).

Sebelum peluncuran resmi ini, pemerintah juga telah melakukan pertemuan dengan beberapa investor potensial seperti investor dari Jepang yang digelar Jakarta dan San Fransisco.

"Ada beberapa yang nyangkut artinya deal, sudah sepakat, tinggal pendalamnnya seperti apa," katanya.

Pada 2018, Nexticorn telah merancang program untuk dapat mempertemukan perusahaan rintisan dengan para investor di beberapa acara baik lokal maupun global. Setidaknya ada 12 kegiatan besar di komunitas startup yang ditargetkan, seperti IESE, VentureCon, dan Techcrunch.

"Rencananya dalam setahun ada roadshow promosi, ini lebih tertata dan terstruktur," katanya.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat basis data, perusahaan rintisan yang telah memenuhi persyaratan juga dapat mendaftar dan dapat ditampilkan di situs. Tujuannya agar memperluas kesempatan perusahaan rintisan bertemu dengan investor.

"Ini (NextIcorn) seperti marketplace antara startup dan investor," katanya.

Dia mengatakan tingkat kesuksesan perusahaan rintisan masih rendah sekitar 3%, diantara ratusan perusahaan rintisan yang ada hanya beberapa yang mampu bertahan dan berkelanjutan.

"Pemerintah memfasilitasi, yang mengerti ekosistem juga terlibat, karena pertumbuhan cepat, penerintah step in, buat program yang terstruktur," katanya.

Tag : perusahaan rintisan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top