Dubes Tantowi Dorong Pemprov Sulsel Gandeng Selandia Baru

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya berkomitmen mendorong kerja sama di berbagai bidang ekonomi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Selandia Baru guna meningkatkan perdagangan bilateral.
Yusuf Waluyo Jati | 08 Desember 2017 06:11 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kiri), Dubes Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya (tengah), dan Rektor Auckland University of Technology (AUT) Derek McCormack dalam acara penandatanganan Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) Kerja Sama di Berbagai Bidang antara Pemprov Sulsel dan Selandia Baru, awal pekan ini. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, WELLINGTON - Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya berkomitmen mendorong kerja sama di berbagai bidang ekonomi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Selandia Baru guna meningkatkan perdagangan bilateral.

Dalam kesempatan itu, Dubes Tantowi menyaksikan penandatanganan Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) kerja sama antara Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Rektor Auckland University of Technology (AUT) Derek McCormack pekan ini.

Dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (8/12/2012), Dubes Tantowi menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut dan akan terus mendorong serta mendukung realisasi kerja sama di berbagai bidang yang telah disepakati.

“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan ini, pihak AUT seyogianya dapat mengadakan kunjungan ke Sulawesi Selatan dan melihat secara langsung potensi dan peluang Sulawesi Selatan ke lapangan dalam rangka merealisasikan kerja sama”, ujarnya.

Dalam Pernyataan Kehendak tersebut, Pemprov Sulsel dan AUT bersepakat mengadakan kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, pertanian, peternakan dan kesehatan hewan serta kerja sama dapat diperluas pada bidang lainnya.

Dalam sesi pertemuan, kedua pihak membahas secara lebih spesifik bidang-bidang yang potensial untuk dikerjasamakan. Pemprov Sulsel membutuhkan teknologi dan keahlian know how Selandia Baru untuk pembangunan berbagai sektor industri dan ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Gubernur Syahrul menyatakan bahwa Letter of Intent (LoI) akan menjadi dasar bagi pelaksanaan kerja sama kedua pihak. Adapun, salah satu bidang yang potensial untuk dikerjasamakan adalah bidang pendidikan.

“Auckland University of Technology (AUT) diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas perguruan tinggi di Sulawesi Selatan yang saat ini mencapai 340 lembaga perguruan tinggi. Kerja sama ini bukan hanya berdasarkan teori tapi juga bisa diterapkan secara langsung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di 24 daerah di Sulawesi Selatan”, ucapnya saat sesi pertemuan dan diskusi dengan AUT.

Syahrul mengatakan, Pemprov Sulsel akan menyeleksi beberapa universitas di wilayahnya agar dapat menjalin kerja sama lebih jauh dengan AUT. "Sulsel ingin menjadikan universitas-universitas di Makassar bisa memiliki kemampuan dan kualitas di bidang riset," ujar Syahrul.

Selain di bidang pendidikan, Pemprov juga berkeinginan untuk mengembangkan bidang peternakan sapi. Pemprov Sulsel, lanjutnya, akan menyediakan 20,000 sapi kepada Kabupaten Barru. Kabupaten ini akan menyediakan 200 hektar untuk lahan peternakannya.

"Kabupaten Barru berlokasi di tengah wilayah Sulawesi Selatan sehingga memiliki akses lebih mudah dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Selain itu, Barru memiliki pelabuhan laut yang memadai untuk distribusi hasil produksi peternakan”, ucapnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini memiliki program pengembangan peternakan sapi perah yang intensif untuk untuk mendorong Sulsel menjadi salah satu sentra penghasil susu di Tanah Air.

Upaya pengembangan peternakan sapi perah ini termasuk dengan memanfaatkan potensi bibit sapi lokal serta teknologi dan sistem peternakan modern yang telah terbukti menghasilkan produksi susu tinggi.

Pada kunjungan ke perusahaan dan lahan peternakan (farm) Dairy Farm & Beef Solutions Hamilton Selandia Baru, Bupati Barru beserta delegasi Pemprov Sulsel lainnya berkesempatan melihat secara langsung bibit sapi unggulan yang memiliki produktivitas tinggi dan cocok untuk iklim tropis seperti di Indonesia.

Kerja sama yang ditawarkan pihak perusahaan meliputi perencanaan peternakan, pembangunan peternakan, pembibitan, pelatihan SDM, manajemen pencatatan data ternak, serta pemrosesan produk susu.

 

Tag : selandia baru, sulsel, tantowi yahya
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top