Tahun Depan, SMI Genjot Alokasi Dana Fasilitas Pinjaman Daerah

PT.Sarana Multi Infrastruktur (persero) mengalokasikan dana lebih dari Rp5 Triliun untuk fasilitas Pinjaman Pemerintah Daerah guna mendanai proyek-proyek infrastruktur di sejumlah daerah di Tanah Air.
Yusran Yunus | 08 Desember 2017 14:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur Tbk (SMI) Emma Sri Martini di sela-sela sewindu PT SMI- Hari Bakti untuk Negeri di Jakarta, Rabu (22/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, YOGYAKARTA - PT.Sarana Multi Infrastruktur (persero) mengalokasikan dana lebih dari Rp5 Triliun untuk fasilitas Pinjaman Pemerintah Daerah guna mendanai proyek-proyek infrastruktur di sejumlah daerah di Tanah Air.

Direktur Utama PT.Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Emma Sri Martini mengemukakan pembiayaan infrastruktur melalui skema Pinjaman Pemerintah Daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang akan memacu perekonomian daerah dan memberikan manfaat sosial ekonomi yang signifikan.

"Sampai dengan Oktober lalu, SMI telah memberikan penawaran (Offering Letter/OL) kepada 14 daerah dengan nilai sebesar Rp5 Triliun. Kami perkirakan akan terus bertambah karena ada beberapa daerah yang sedang berproses mendapatkan OL, sehingga jumlah alokasi Fasilitas Pinjaman Daerah itu bisa lebih dari Rp5 Triliun," kata Emma Sri Martini pada acara Media Gathering SMI di Yogyakarta, 6-7 Desember 2017.

Emma menjelaskan para pemimpin di daerah di level eksekutif dan legislatif pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota dapat memanfaatkan Fasilitas Pinjaman Daerah dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat. Ada banyak jenis proyek infrastruktur di sejumlah daerah yang sudah merasakan manfaat fasilitas ini yakni rumah sakit, air minum, pasar.

"Di Kota Palu misalnya kami mendanai proyek rumah sakit umum daerah yang tadinya hanya menyediakan 374 tempat tidur dengan pendapatan Ro42 miliar, kini telah tersedia 516 tempat tidur dengan pendapatan melonjak menjadi Rp128,4 miliar," ujarnya.

SMI menargetkan outstanding pembiayaan infrastruktur di tahun depan mengalami kenaikan sebesar 28,6% dari Rp36,6 Triliun di tahun ini menjadi Rp47,1 Triliun.

Untuk target komitmen diproyeksikan meningkat sebesar 22,4% dari Rp64,3 Triliun di tahun 2017 menjadi Rp78,7 Triliun. "Sampai dengan 31 Oktober lalu, total outstanding pembiayaan sudah mencapai Rp32,5 T dan total komitmen sebesar Rp50,8 T," kata Emma.

Peningkatan total target komitmen dan outstanding tersebut didasari oleh tingginya komitmen kuat pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur vital dan strategis di seluruh wilayah Tanah Air.

Sejumlah proyek infrastruktur yang mendapat dukungan pembiayaan dari SMI sampai dengan Oktober 2017 meliputi a.l. pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Kulonprogo Yogyakarta, Palapa Ring Paket Tengah, Jalan Tol Bogor Ring Road, Jalan Tol Trans Jawa (Pejagan-Pemalang-Semarang-Solo. Solo-Ngawi-Kertosono-Surabaya-Mojokerto, Irigasi Rentang Jawa Barat, PLTU Kendari 3 (2x50 MW).

Tag : pt sarana multi infrastruktur
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top