SDM Menjadi Kunci Daya Saing Industri TPT

Industri tekstil dan produk tekstil siap meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan dukungan sumber daya manusia yang berkompetensi baik yang telah dilatih.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 09 Desember 2017 16:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Industri tekstil dan produk tekstil siap meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan dukungan sumber daya manusia yang berkompetensi baik yang telah dilatih.

“Industri TPT merupakan sektor padat karya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, Kementerian Perindustrian [Kemenperin] telah memiliki berbagai program strategis melalui pendidikan dan pelatihan vokasi,” kata Sekjen Kemenperin Haris Munandar menurut keterangan resmi dalam acara Wisuda Politeknik STTT Bandung, Sabtu (9/12/2017).

Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) yang memiliki skill sesuai dengan kebutuhan industri ini dihasilkan dari program Kemenperin seperti program di STTT Bandung, Akademi Komunitas Tekstil Solo, Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk industri garmen, serta pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri.

Adapun dari 356 wisudawan,238 di antaranya merupakan lulusan Program Diploma IV atau SarjanaTerapan dari jurusan Teknik Tekstil, Kimia Tekstil, Produksi Garmen dan Konsentrasi Fashion Desain. Selain itu, 30 orang lulusan Program Diploma III Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL), serta 88 orang lulusan Program Diploma I dan Diploma II dari kerja sama dengan asosiasi dan perusahaan TPT.

“Sebanyak 322 orang lulusan dari program reguler, telah diterima bekerja saat wisuda. Sisanya, dalam tiga bulan, akan terserap di industri,” ungkapnya

Kemenperin mencatat, pada 2017 terjadi peningkatan penyerapan lulusan sebesar 15% dibandingkan dengan tahun lalu. Adapun sebanyak 130 perusahaan TPT yang meminta langsung lulusan Politeknik STTT Bandung.

Semenjak wisuda pertama hingga saat ini, perguruan tinggi bidang tekstil ini telah mencetak lulusan sebanyak 4.248 orang program Diploma IV, 235 program D-III TPL, 59 orang program D-II dan 1.776 orang program D-I. Pada tahun ini, sebanyak 51 orang berpredikat lulus "DenganPujian."

Sementara itu, Dia menjelaskan selain SDM factor utama lain untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing adalah investasi dan teknologi. “Politeknik STTT Bandung akan membuka program S2 terapan, yang saat ini tengah dibangun gedung program magister dengan empat lantai. Sejak 2013, ketiga program studi Diploma IV telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT, kami berharap juga mendapat akreditasi tingkat internasional,” ujarnya.

Haris mengatakan lulusan Politeknik STTT Bandung ini bekerja di beberapa wilayah seperti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Lebih dari 67%, industry TPT di dalam negeri merupakan sector hilir yang menghasilkan produk pakaian jadi dan barang tekstil lainnya,” katanya.

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri TPT kedepan, kebutuhan tenaga kerja akan mencapai 135.000 orang per tahun atau sebesar 22,5% dari total penyerapan pekerja di seluruh sector industri yang saat ini sebanyak 600.000 orang. Kemenperin menargetkan, hingga akhir tahun 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap di industri TPT nasional sebanyak 2,73 juta orang dengan nilai ekspor diperkirakan sebesar US$12,09 miliar.

“Maka, sektor industri TPT ini sebagai jarring pengaman social karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak,” jelasnya.

Tag : kemenperin, tpt
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top