USAHA FRANCHISE, Kemendag: Bisnis Kafe Paling Disasar Asing

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Budi Santoso mengatakan bisnis waralaba masih cukup tinggi di Tanah Air. Salah satu faktornya ialah permintaan masyarakat masih cukup potensial sebagai salah satu ruang interaksi
Rayful Mudassir | 10 Desember 2017 15:15 WIB
Ilustrasi. - .Youtube

Bisnis.com, JAKARTA –  Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, Budi Santoso mengatakan bisnis waralaba masih cukup tinggi di Tanah Air. Salah satu faktornya ialah permintaan masyarakat masih cukup potensial sebagai salah satu ruang interaksi.

Kuatnya daya tarik pasar Indonesia juga dijadikan daya tawar untuk meningkatkan perdagangan di dalam negeri oleh asing. Kemendag juga masih meyakini kondisi tersebut akan meningkatkan perdagangan serta pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Jika kita mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tingkat inflasi yang stabil, maka kita optimis bahwa pasar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi utama dari waralaba asing,” kata Budi Santoso kepada Bisnis, Minggu, (10/12).

Berdasarkan data penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) tahun 2012 – 2017 di Kementerian Perdagangan, waralaba dengan brand asing masih didominasi oleh bidang usaha kuliner alias food and beverage (F&B) berupa restoran, rumah makan dan kafetaria yang menyumbang 56% dari keseluruhan total waralaba asing yang terdaftar dan beroperasi di Indonesia.

Kemudian diikuti dengan bidang usaha ritel (toko modern) sebesar 17% dan sektor pendidikan sebanyak 13,4%. Data tersebut dinilai sebagai salah satu bukti bisnis waralaba asing masih menjanjikan di Tanah Air.

Menurut Budi Santoso, tahun ini terdapat tujuh waralaba luar negeri yang terdaftar di Kementerian Perdagangan. Oleh sebabnya, Kemendag meyakini bisnis waralaba asing pada 2018 tidak akan lebih sedikit jika dibanding tahun ini.

“Mengingat [juga] pasar domestik Indonesia sangat potensial untuk menyerap segala jenis konsumsi,” tukasnya.

Berdasarkan data penerbitan STPW tahun 2012 – 2017 terdapat 94 waralaba asing yang telah terdaftar dan membuka usahanya di Indonesia. Tahun ini Kemendag mengaku hampir tidak ada waralaba asing yang minggat dari Tanah Air, kecuali 7 Eleven.

Sementara Ketua Umum Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit mengungkapkan setidaknya sekitar 30 calon terwaralaba bakal masuk ke Tanah Air. Sebagian dari calon investor juga telah mengunjungi Indonesia untuk melihat potensi untuk meraih cuan.

Waralaba asing tersebut berasal dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang dan beberapa negara di benua Eropa. Ketertarikan asing untuk investasi di sektor franchise ini setelah melihat permintaan pasar yang cukup tinggi serta banyaknya penduduk di Tanah Air.

“Sudah ada yang kita temani untuk melihat bagaimana potensi pasarnya bagaimana, dikelas mal kelas A dan B. berapa banyak masyarakat yang masuk ke mal di akhir pekan,” kata Levita.

 Menurut Wali, tahun lalu sumbangan pajak dari sektor waralaba menyentuh Rp180 triliun dengan 60% diantara berasal dari waralaba asing. Artinya, sekitar Rp108 triliun pemasukan pajak dari franchise disumbang dari waralaba asing.

Tahun ini pihaknya memperkirakan pertumbuhan di sektor ini akan naik di kisaran 8% hingga 10%. “[tahun] Ini masih direkap, karena tahun masih berjalan.”

Tag : waralaba
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top