PDB Industri Kreatif 2018 Diproyeksikan Capai 6,25%

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksikan pendapatan domestik bruto (PDB) industri kreatif tahun depan bisa mencapai 6,25%.
Amanda Kusumawardhani | 10 Desember 2017 21:08 WIB
Bekraf logo - bekraf.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprediksikan pendapatan domestik bruto (PDB) industri kreatif tahun depan bisa mencapai 6,25%.

Pertumbuhan sebesar ini akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 16,70 juta orang. Salah satu sektor industri kreatif yang potensinya sangat besar adalah arsitektur.

Untuk itu, Bekraf memasukkan arsitektur sebagai salah satu sub sektor yang layak untuk dikelola secara lebih serius.

"Sektor ini memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kurangnya jumlah arsitek di Indonesia," kata Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santoso Sungkari, mengutip keterangan resminya pada Minggu (10/12/2017).

Berdasarkan data Ikatan Arsitek Indonesia, dari 250 juta penduduk, hanya 15.000 orang yang berprofesi sebagai arsitek.

Selain itu, dia mengungkapkan tantangan lainnya adalah pengembang besar lebih banyak menggunakan arsitek asing daripada arsitek lokal.

Salah satu pemain industri kreatif lokal di subsektor ini adalah Velospace & Co yang memiliki portofolio mulai dari hunian rumah, apartemen, ritel, perkantoran, hingga pergudangan.

Verik Angerik, pendiri Velospace, keterbatasan lahan tidak membuat konsumen mengabaikan nilai-nilai estetika dalam unsur arsitekturnya.

“Misalnya pemilihan warna dinding, sangat berpengaruh terhadap estetika ruangan dengan luasan terbatas karena dapat mempengaruhi psikologis penghuninya. Selain itu efisiensi ruangan juga menjadi fokus yang diperhatikan saat menata produk-produk hunian berukuran terbatas,” ujarnya berbagi tips.

Verik menambahkan kebutuhan akan jasa arsitek dan desain interior juga meningkat seiring dengan bertumbuhnya permintaan residensial high-end, perkantoran, perhotelan, hingga ritel atau ruang usaha.

“Secara umum, permintaan produk turunan properti lainnya juga mempengauhi pertumbuhan permintaan jasa industri kreatif seperti arsitektur dan interior. Ini yang kami rasakan sejak dua tahun terakhir," tuturnya.

Meski pemain subsektor ini cukup banyak yang merupakan pemain asing, ungkap Verik, secara kualitas, arsitek dan desainer lokal tidak kalah dengan penyedia jasa dari luar.

“Kita memiliki daya saing yang cukup tinggi. Soal kreatifitas, Indonesia punya banyak talent-talent di industri kreatif. Dan tahun depan bisa menjadi momentum untuk kita para pemain sub sektor ini untuk semakin solid,” katanya memberi saran.

Tag : industri kreatif, Bekraf
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top