Libur Natal-Tahun Baru, Pelni Kerahkan 73 Armada

PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni bakal mengerahkan 73 armada kapal untuk melayani penumpang angkutan laut di masa libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru). Untuk mengoptimalkan layanan, Pelni mengubah rute dan deviasi trayek reguler ke wilayah yang sarat penumpang.
Rivki Maulana | 10 Desember 2017 00:43 WIB
Kapal Motor Dobonsolo memasuki Pelabuhan Makassar, Kamis (7/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

 Bisnis.com, MALANG - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni bakal mengerahkan 73 armada kapal untuk melayani penumpang angkutan laut di masa libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru). Untuk mengoptimalkan layanan, Pelni mengubah rute dan deviasi trayek reguler ke wilayah yang sarat penumpang.

Corporate Secretary Pelni, Didik Dwi Prasetio mengatakan masa angkutan Nataru berlangsung selama 22 hari, terhitung dari 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018. Sebanyak 73 armada yang disiapkan Pelni terdiri dari 26 kapal trayek Nusantara dan 47 kapal trayek perintis.

"Dengan 73 kapal Pelni dapat menambah frekuensi pelayaran dengan melakukan rerouting pada ruas-ruas padat penumpang," ujarnya dalam acara Media Gathering di Malang, Sabtu malam, (9/12/2017).

Selama masa Nataru berlangsung, 12 kapal reguler akan tetap beroperasi sesuai rutenya. Kedua belas kapal itu yakni KM Dobonsolo, KM. Gunung Dempo, KM. Tatamailau, KM. Tilongkabila, dan KM. Binaiya. Selanjutnya KM. Bukit Raya, KM. Kelimutu, KM. Awu, KM. Sangiang, KM. Egon, KM. Pangrango, dan KFC Jetliner

Didik menuturkan, Pelni juga melakukan pengalihan rute atau rerouting 14 kapal untuk menambah frekuensi perjalanan. Dia mencontohkan, KM. Kelud yang melayani rute Belawan--Batam--Jakarta bakal lebih sering melayani rute Belawan-Batam karena tingkat permintaannya tinggi. "Kalau sudah agak kosong, nanti kapalnya langsung ke Jakarta," ujarnya.

Selain KM. Kelud, rerouting dan deviasi juga diterapkan untuk KM. Dobonsolo rute Biak-Jayapura. Selanjutnya, KM. Ciremai deviasi Ambon untuk antisipasi Port Papua- Ambon dan KM. Labobar menambah frekuensi Bitung Jayapura Port dan Serui-Biak. Kapal-kapal Pelni lain yang akan diubah rutenya yakni KM. Umsini, KM. Sinabung, KM. Lambelu, KM. Tidar, KM. Bukit Siguntang, dan KM. Nggapulu.

Didik menuturkan total kapasitas angkut penumpang dari operasional 73 armada selama masa Nataru mencapai 54.567 penumpang per hari. Jumlah ini termasuk dispensasi untuk mengatasi permintaan yang cukup tinggi.

Untuk memudahkan penjualan tiket, Pelni telah membuka beragam jalur penjualan. Didik mengatakan, Pelni juga menerapkan tiket kapal atas nama yang akan diperiksa di pintu masuk pelabuhan dengan Departure Control System (DCS). Hingga September 2017, sudah 52 cabang/pelabuhan menggunakan DCS mulai dari Belawan hingga Jayapura/Merauke.

 

Tag : pelni
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top