Kadin Duga Kenaikan Investasi Perikanan karena Ekspansi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menduga pertumbuhan realisasi investasi selama Januari-September 2017 lebih digerakkan oleh ekspansi ketimbang penanaman modal baru.
Sri Mas Sari | 10 Desember 2017 16:58 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menduga pertumbuhan realisasi investasi selama Januari-September 2017 lebih digerakkan oleh ekspansi ketimbang penanaman modal baru.

Sepengetahuannya, tidak ada investasi baru yang signifikan, baik di sisi perikanan tangkap, budidaya, maupun pengolahan.

"Untuk pengolahan, terutama yang trading ke Jepang, lebih karena perluasan dari investasi yang sudah ada sekarang," kata Yugi saat dihubungi, Jumat (8/12/2017) malam.

Lebih lanjut menurut dia, realisasi investasi perikanan tangkap yang meloncat 59,7% menjadi Rp640 miliar justru bertolak belakang dengan kejadian di lapangan. Yudi mengungkapkan proses perpanjangan izin saat ini tidak mudah karena otoritas lebih selektif.

Data Ditjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan
realisasi investasi selama 9 bulan tahun ini naik 2,6% secara tahunan menjadi Rp4,4 triliun.

Realisasi di bidang usaha pengolahan perikanan naik tipis 0,4% (year on year), menjadi Rp2,3 triliun, paling tinggi di antara bidang usaha lain. Penyumbang terbesar kedua adalah perikanan budidaya yang terbang 317,7% ke posisi Rp936 miliar. Selanjutnya perikanan tangkap meloncat 59,7% menjadi Rp640 miliar.

Sebaliknya, usaha perdagangan perikanan anjlok 19,8% menjadi Rp377 miliar. Usaha jasa perikanan jatuh 85,4% menjadi Rp129 miliar.

"Saya tetap berteriak masa depan kita itu [perikanan] budidaya. Itu salah satu solusi [di tengah kurang kondusifnya perikanan tangkap]. Perikanan budidaya itu lebih terukur, bisa dibiayai bank, dan kontribusinya masih 2%," kata Yugi.

 

Tag : perikanan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top